Puncak Ekspedisi Destana Tsunami, Masyarakat diharapkan Semakin Tangguh

KBRN, Serang: Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami akhirnya tiba pada puncaknya. Puncak kegiatan Destana ditandai dengan upacara yang dilaksanakan bersamaan dengan perayaan hari jadi Pramuka ke-58 di Lapangan Hotel Marbella, Serang, Banten.

Sebanyak 512 desa/kelurahan, pada 148 kecamatan di 24 Kabupaten/Kota sepanjang Pantai Selatan Jawa berhasil didatangi oleh rombongan relawan kemanusiaan yang tak henti melakukan sosialisasi mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana yang dimulai sejak tanggal 12 Juli 2019.

Kegiatan ekspedisi dimaksudkan sebagai langkah penguatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana tsunami serta menangguhkan desa-desa yang wilayahnya bersinggungan langsung dengan persisir selatan Jawa.

Begitu banyak relawan yang terlibat, tak hanya dari pemerintah pusat dan daerah, namun terdapat kolaborasi unsur pentahelix yang terdiri atas dunia usaha, komunitas, pakar, pendidikan dan media massa.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB, Doni Monardo, dalam sambutannya mengatakan bahwa peristiwa alam merupakan kejadian yang terjadi berulang pada periode yang akan datang. Untuk itu dihadapan ribuan Pramuka dan relawan dari berbagai daerah ia mengharapkan masyarakat akan mulai sadar dan paham terkait mitigasi dan kesiapsiagaan. 

"Kita juga mengharapkan juga masyarakat mulai sadar dan mulai memahami bagaimana menyusun mitigasi, menyusun pencegahan, dan juga membangun kesiapsiagaan. Kita juga berharap ke depan masyarakat memiliki daya yang lebih kuat yaitu tangguh dalam menghadapi bencana. Oleh karnanya semua hal yang berhubungan dengan kesiapsiagaan ini perlu disiapkan dari awal. Janganlah kita selalu terbata ketika terjadi bencana", ujar Kepala BNPB di Lapangan Hotel Marbella, Serang, Banten (14/8/19).

Tak lupa, Doni menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi atas peran relawan yang telah berpartisipasi dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan.

"Pejuang-pejuang kemanusiaan, pahlawan pahlawan kemanusiaan yang tidak membutuhkan penghargaan. Sekali lagi terimakasih kepada relawan dan kita berharap semakin banyak relawan yang berpartisipasi dalam program program mengatasi kebencanaan", ucap Doni.

Ribuan kilometer telah dilewati oleh relawan yang memulai ekspedisi dari kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur sebagai pembuka segmen pertama, dilanjutkan segmen kedua pada Provinsi Jawa Tengah dan DIY, segmen 3 pada Provinsi Jawa Barat hingga akhirnya menapaki Provinsi Banten sebagai segmen ke 4 dengan waktu tempuh perjalanan selama 34 hari.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00