Di Pesisir Kulon Progo Masih Ada Alat Peringatan Dini Bencana Yang Rusak

KBRN, Yogyakarta: Tim Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami BNPB 2019 Regional Jawa tiba di Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta, Minggu (28/7/2019). Disini tim melakukan sosialisasi pengentahuan bencana dan penilaian ketangguhan terhadap 13 Desa/Kelurahan.

PLT Bupati Kulonprogo, Sutedjo menilai metode sosialisi bencana dengan penilaian ketangguhan yang dilakukan BNPB efektif menanamkan pemahaman pada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di pesisir daerahnya.

"Dengan pertanyaan itu pun kemudian bisa saja kelompok disini itu, kemudian wah ternyata kita masih banyak yang harus kita lakukan tapi dengan pertanyaan ini jadi tau idealnya seperti apa kan jadi tahu," ucapnya usai menghadiri kegiatan tersebut.

Ditambah pihak kabupaten menurutnya juga rutin memberikan pelatihan kebencanaan agar warga lebih paham apa yang harus dilakukan ketika bencana datang.

"Alat-alat bantu Early Warning System EWS juga sudah dipasang di sepanjang pantai Kulonprogo untuk membantu," tuturnya.

"Pelatihan-pelatihan gladilapang terus dilakukan tapi juga kadang di back up BPBD Provinsi, itu yang tsunami (pelatihan) di sepanjang pantai ini sudah diterapkan beberapa kali," tambahnya.

Salah seorang peserta sosialisi, Sujarwo membenarkan pelatihan kebencanaan di desanya sudah rutin dilakukan. Warga di kampungnya dinilai sudah cukup paham apa yang perlu dilakukan ketika bencana datang.

"Kalau ada peringatan ya mengungsi, kalau belum ada peringatan diam di tempat, dari desa ke titik kumpul sekitar 1 KM, jalurnya muat sampai kendaraan roda 4," ujarnya.

Adapun yang menjadi catatan dirinya soal ketersediaan alat - alat mitigasi kebencanaan. Ada Early Warning System yang rusak di desanya, juga dengan sejumlah papan penunjuk jalan di jalur evakuasi yang sudah tidak mencolok.

"Ini untuk dikasih lagi dipasang lagi, dan ini sirine EWS ada yang rusak menggantung, karena tinggi sekali, penunjuk arah jalur-jalur itu sekarang sudah rusak semua sejak 3 tahun lalu, jalurnya ada," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00