BMKG Yogya: Daerah Pesisir Selatan Memiliki Potensi Tsunami

KBRN, Yogyakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi DI Yogyakarta menyebutkan seluruh daerah Pantai Pesisir Selatan Yogya mempunyai potensi terjadinya tsunami.

Salah satunya Pantai Sadeng, Gunung Kidul yang menjadi cek point rombongan Tim Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami BNPB 2019.

"Jadi kalau untuk pantai selatan jogja ya khususnya, ini sadeng itu bagian dari pantai selatan kan, itu semua punya potensi akan terjadi tsunami," ungkap Kepala BMKG Yogya, Nyoman Sukanta saat menyampaikan sosialisasi pengetahuan Tsunami di Pantai Sadeng, Gunungkidul, Yogyakarta, Kamis (25/7/2019).

Nyoman menjelaskan daerah pantai selatan Yogya memiliki potensi sumber gempa di daerah Mega Trust. Posisi sumber gempa ini jika diukur terletak sejauh 250 KM ke arah laut dari bibir pantai selatan Yogya. 

"Itu potensinya seperti yang sudah ramai dibicarakan itu magnitudenya bisa sampai 8,8 dan itu akan berpotensi tsunami," ucapnya.

Adapun tanda - tanda akan terjadinya tsunami menurut Nyoman biasanya diawali dengan gempa yang cukup terasa kencang dengan durasi yang cukup lama. 

"Kalau untuk tsunami memang ada tanda -tandanya, saya bicara tentang syarat terjadinya tsunami, yang jelas itu gempanya umumnya berkekuatan cukup besar, diatas 7, kemudian kedalamannya dangkal, sumber gempanaya itu di laut, kalau dari sisi parameter yang diukur oleh alat," tambahnya.

Sementara untuk alat pendukung mitigasi bencana tsunami, kata Nyoman Yogya baru memiliki 2 sirine yang berfungsi sebagai tanda peringatan kala Tsunami datang. Khusus di Sadeng, BMKG sudah menempatkan display TV di dekat pelabuhan yang berisikan informasi cuaca dan tinggi gelombang laut.

"Kalau disini, tidak ada untuk yang di Sadeng, sirine itu ada di Yogya itu ada 2, satu masang di Parangtritis, satu masangnya di Kulonprogo, di pantai juga, itu kalau yang sirine itu fungsinya untuk tanda evakuasi kalau ada tsunami," tuturnya.

"BMKG itu disini (Sadeng) sudah memasang display harapannya mereka sebelum melaut harus melihat informasi yang disampaikan BMKG melalui display itu, sehingga mereka punya antisipasi sendiri apakah saya itu bisa melaut apa tidak misalnya kalau BMKG disitu akan menampilkan cuaca ekstrim atau gelombang tinggi," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00