Pilu! Balita Asal Busel Menderita Hidrosefalus, Ibunya Lumpuh dan Ayah Gangguan Penglihatan

Keluarga Jusman Bersama Anak dan Istri saat disembangi Posko Berbagi Baubau,(Foto:FB) .jpg
Keluarga Jusman Bersama Anak dan Istri saat disembangi Posko Berbagi Baubau,(Foto:FB) .jpg
Keluarga Jusman Bersama Anak dan Istri saat disembangi Posko Berbagi Baubau,(Foto:FB) .jpg

KBRN, Buton Selatan :  Asti (2) balita malang asal Dusun Nenas Kelurahan Hendea Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan (Busel) Sulawesi Tenggara (Sultra) menderita penyakit  Hydrosefalus.Selasa,(7/12/2021).

Anak tunggal dari pasangan Jusman (28) dan Wa Neni (32) ini telah menderita penyakit tersebut sejak lahir. Sempat mendapat penanganan dokter  Februari 2020, namun kini kondisi kesehatannya semakin memprihatinkan karena Kepalanya semakin membesar.

Malangnya  kedua orang tua Asti juga dalam keterbatasan. Sang ayah mengalami ganguan penglihatan sedang Ibunya menderita lumpuh.

Ekonomi keluarga ini sangat pas-pasan. Ayah Asti hanya  Bekerja serabutan, sementara istrinya hanya ibu rumah tangga tak bisa berbuat banyak karena keterbatasannya. Pendapatan Keluarga pun bahkan tak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Penglihatan yang semakin kabur membuat ayah Asti tak dapat bekerja normal. Ia hanya membantu tetangga mengelola kebun milik orang lain. Bahkan keluarga malang ini sulit dihubungi karena tidak punya Handphone.

Ketua Posko Berbagi Baubau Melani yang sebelumnya mendampingi pengobatan Asti menuturkan,  Februari 2020 lalu berkat Donasi banyak pihak dan Kartu BPJS Kesehatan, Asti sempat dirawat dan menjalani pengobatan di Kota Makassar.

Namun saat Ia kembali menyembangi keluarga Jusman 5 Desember 2021 lalu Kondisi anak tunggal itu kembali seperti sedia kala dengan kepala semakin membesar.

“Kata Dokter yang pernah menangani Asti kalau kepalanya membesar lagi berarti posisi selangnya sudah tidak bagus dan harus diperbaiki dengan  operasi lagi, alhamdulillah di Kendari sudah ada dokternya,”ungkap Melani.

Dalam waktu dekat kata Melani, Ia  bakal memboyong keluarga Jusman ke Kendari, agar segera mendapat pengobatan. Begitupun dengan Ayah Asti agar dapat melihat seperti sedia kala dan dapat bekerja memaksimalkan pendapatan keluarga.

“Alhamdulillah keluarga ini punya kartu BPJS, cuman biaya perjalanan dan biaya hidupnya saja selama menjalani pengobatan di luar Kota,”tambahnya.

“Insha Allah Anak ini (Asti) akan dioperasi dan bapaknya juga Insha Allah saya akan urus satu kali jalan,”sambungnya.

Ia berhadap warga masyarakat peduli terhadap keberadaan Asti. Masyarakat yang bersedia membantu dapat berdonasi lewat rekening Posko Berbagi Baubau atas nama Melani 056201033908504 atau menyalurkan bantuannya lewat kontak ­Posko berbagi Baubau 081355830400.

Sementara Kepala Puskemas Bukit Lamando Kecamatan Sampolawa melalui Staffnya  Hasirun mengungkapkan, sejauh ini Puskemas intens memperhatikan Kesehatan Asti, Namun penanganan lanjutan harus dirujuk ke fasilitas kesehatan  dengan tingkat Sarana dan Prasana lebih baik seperti rumah sakit Tipe B dan A yang rata- rata ada di luar Kota Baubau.

“Kami pernah sarankan dirujuk, tapi mungkin keterbatasan keuangan keluarga sehingga itu tidak dilakukan, apalagi BPJS Kesehatan tidak bisa mengcover semua pembiayaan seperti perjalanan, makan dan lainnya, kami juga sudah tawarkan mobil Ambulans,”Jelas Hasirun di Hubungi RRI.

Pihak Puskemas siap memberikan rujukan jika keluarga Asti berkehendak berobat ke Rumah Sakit di luar daerah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar