Rumah Tinggal Semi Permanen di Baubau Terbakar

Personel Damkar Baubau Melakukan Pendinginan di lokasi Kebakaran (Foto:RRI)
Personel Damkar Baubau Melakukan Pendinginan di lokasi Kebakaran (Foto:RRI)
Personel Damkar Baubau Melakukan Pendinginan di lokasi Kebakaran (Foto:RRI)

KBRN, Baubau : Satu rumah semi permanen di kawasan padat pemukiman di Kelurahan Lamangga, Kecamatan Muruhum Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) hangus terbakar pada Jumat (26/11/2021) pagi.

Api dengan cepat menghanguskan dinding rumah yang sebagaian besar berbahan kayu. Api juga menghanguskan seisi rumah termasuk satu unit motor dan mesin jahit pakaian.

Sebelum tiba mobil damkar warga sekitar saling membantu berupaya memadamkan kobaran api dengan alat seadanya.

Pemilik rumah, Karim mengaku saat kejadian tidak ada orang di dalam rumah. Saat itu dia sedang mengikuti pertemuan di kantornya, sementara adiknya yang masih mengenyam pendidikan di perguruan tinggi sembari bekerja sebagai penjahit juga tidak berada dirumah.

“Tidak banyak yang bisa diselamatkan, lemari di kamar saya ikut terbakar. Hanya beberapa barang dan ijazah adik saya yang masih ada urusan kuliah di Kendari,” katanya dengan raut sedih.

Karim masih belum percaya dengan musibah. Pasalnya rumah peninggalan kedua orangtuanya itu telah hangus terbakar. Untungnya saat musibah itu terjadi isteri dan anaknya berada dirumah mertuanya.

Sementara itu Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau, La Ode Nur Alam Ndoaka mengatakan informasi kebakaran diterimanya pada pukul 08.58 Wita.

Karena sulitnya menjangkau titik api, mobil Damkarpun memarkir kendaraannya di dalam areal gudang rokok yang tidak jauh dari lokasi kejadian

“Setelah mendapat informasi dari anggota kami dan telepon yang masuk di Mako Damkar kami langsung menerjunkan Empat unit mobil dilokasi kejadian, tiga mobil damkar dan satu mobil delivery. Untuk penyebabnya belum diketahui,” jelasnya kepada awak media.

Setibanya di lokasi kejadian, selain berupaya memadamkan kobaran api, personel damkar juga segera menetralisir rumah yang ada disekitarnya agar api tidak merambat ke rumah sekitar. Nur Alam Ndoaka memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

“Untuk menjikakan api waktunya agak lama karena kondisi lokasi yang agak susah mencari tempat menyemprot (padat pemukiman) sehingga kami butuhkan waktu sekitar 17 menit menjinakan api ditambah dengan pendinginan 30 menit,” pungkasnya.

Sehari sebelumnya, kebakaran juga terjadi di kawasan pemukiman tersebut yang menghanguskan satu rumah panggung tak berpenghuni.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar