Atlet Muaythai Sultra Janji Hadiahkan Emas Kedua Orang Tua di PON XX Papua

Andika, Atlet Pelatda PON Sulawesi Tenggara Cabang Olahraga Muaythai (Gafar)
Andika (Baju Hitam), Atlet Pelatda PON Sulawesi Tenggara Cabang Olahraga Muaythai bersama Sparring partner (Gafar)
Andika (Baju Hitam), Atlet Pelatda PON Sulawesi Tenggara Cabang Olahraga Muaythai bersama Sparring partner (Gafar)

KBRN,Kendari: Atlet Cabang Olahraga (Cabor) Muaythai Sulawesi Tenggara (Sultra), saat ini meningkatkan teknik latihan untuk menghadapi lawan –lawan tangguh pada iven PON XX di Papua Oktober mendatang.

Cabang olahraga Muaythai yang juga masuk dalam tim Pelatda PON Sultra, bertekad tampil maksimal untuk mempersembahkan hasil terbaik buat daerah.

“Saya akan berupaya tampil maksimal untuk mengharumkan nama daerah Sultra. Saya juga berharap doa masyarakat sultra, semoga kami tetap diberi kekuatan dan kesehatan oleh Allah Swt. untuk tampil di PON XX Papua,” ungkap Andika Atlet Pelatda PON Cabor Muaythai Sultra yang akan turun di nomor 48 kilogram, Jumat (30/07/2021).

Bahkan Menurut petarung kelahiran Purbolinggo ini, selama masa pemusatan latihan, akan berupaya sekuat tenaga menghabiskan waktu berlatih, yang hasilnya nanti akan dipersembahkan untuk kedua orangtuanya.

“Saya sudah memiliki tekad untuk meraih medali emas buat daerah ini. Mudah-mudahan keringat dan hasil kerja  keras saya ini, bisa saya persembahkan untuk kedua orang tua saya,” tutur Andika.

Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Sultra, Bachri Bachtiar mengaku akan memanfaatkan sisa waktu Pelatda PON Sultra yang akan berakhir pada tanggal 10 September 2021.

“Memanfaatkan sisa waktu pemusatan latihan ini, atlet kami Andika akan fokus meningkatkan performa dengan menjalankan latihan Endurance (kebugaran), Strength (melatih kelompok otot), Flexibility (kelenturan tubuh) serta kecepatan menyerang dan bertahan,” kata Bachri didampingi pelatih Muaythai Sultra Ahmad Musa.

Bahri menambahkan, Progres latihan atlet Muaythai selama sebulan di Pelatda PON, sudah memperlihatkan berbagai kemajuan, terutama disegi kecepatan menyerang.

“Petarung ini juga pernah menjalani latihan di pelatnas Muaythai namun harus tetap dimatangkan sebab olahraga bela diri ini tidak terukur, sehingga segala sesuatu bisa saja terjadi diatas ring,” imbuhnya.

Dalam laga PON nanti, cabor Muaythai menggunakan sistem gugur, sementara lawan yang cukup diperhitungkan nanti datang dari Jawa Tengah dan Banten karena atletnya pernah turun di Sea Games Philipina. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00