Berusia 110 Tahun, Nenek Kaua Setia Menjalankan Ibadah

KBRN, Baubau : Wa Kaua Nenek berusia senja  asal Kelurahan Waborobo Kecamatan Betoambari  Kota Baubau masih bersemangat menjalankan perintah Allah dan ajaran  Rasulullah.

Diusiannya  yang telah menginjak 110 tahun, Nenek yang telah memiliki 12 cicit ini masih rutin melaksanakan Sholat lima waktu, membaca Alquran, berdzikir,  melakskanan sholat sunnah bahkan sholat  taraweh di bulan Ramadhan.

Wa Kaua tinggal disebuah rumah panggung bersama anak dan cucunya. Suaminya telah berpulang lebih dulu ketika anak-anaknya masih kecil.

Pernikahan keduanya  menghasilkan  8 (delapan) orang anak, dan 9 (Sembilan) cucu.  Empat anaknya telah berpulang lebih dulu menghadap sang ilahi.

Sayannnya untuk berbincang lebih jauh dengannya, kami melalui perantara cucunya, karena Ia tak bisa berbahasa Indonesia.Wa Kaua hanya bisa berbahasa Pancana dan Wolio (Bahasa Daerah di Kepulauan Buton). Kami pun berkomuniasi dengan Fatma salah satu cucunya.

Melalui Tatma, Wa Kaua bercerita bahwa kebiasaannya menjalankan sholat lima waktu, bersedekah, takawal dan iklas menjalani kehidupan merupakan kunci umur panjangnya.

"Katanya tidak ada doanya, yang penting kita sabar, rela, iklas, dan tawakal, itu intinya yang bikin panjang umurnya,”Jelasnya.

Biasanya usai melaksanakan sholat wajib, nenek Kaua melanjutkannya dengan membaca alquran.

Fatma menyebutkan, neneknya melantunkan ayat suci alquran tidak seperti orang orang masa kini. Namun membacaranya dengan irama Kabanti (tradisi lisan atau tulisan  berupa nyanyian atau syair  di wiayah kesultanan buton).

Diusia yang sudah cukup renta, Nenek Kaua masih mampu menjalankan aktivitas lainnya  seperti memasak air panas dan menumbuk pinang untuk dikonsumsi, bahkan ke kamar kecil sendiri tanpa bantuan anak dan cucu.

"Selain sholat dan mengaji, nenek juga masih sering memasak air panas, Meskipun hanya merangkak nenek masih bisa ke Kamar mandi,"Tambahnya.

Diusia uzur ini, Wa Kaua hanya mengeluh sakit badan sehingga terkadang para anak dan cucunya bergantian memijat badannya. Sementara untuk makan, anak-anaknya secara bergantian memasak untuknya.

Nenek Kaua pun masih  mendapat perhatian pemerintah. Ia  masuk dalam deretan penerima bantuan khusus janda.Kini harapan tersebaranya adalah terus memperbaiki amal ibadah hingga ajal kemudian menjemputnya menghadap sang kuasa dalam keadaan husnul khotimah.

"Kata nenek harapannya hari ini dan selanjutnya adalah menunggu dijemput sang Kuasa, dia menggu kapan Allah memanggil, dengan memperbaiki saja amalannya,"Tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00