Tenaga Non ASN Pemkab Buteng dan Butur Sudah Dilindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Baubau, Bobby Harun (Foto RRI)

KBRN, Baubau: Ribuan tenaga honorer atau non ASN dilingkup Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Buton Tengah (Buteng) dan Buton Utara(Butur) telah dilindungi program BPJS Ketenagakerjaan. Mereka dilindungi dua program yakni jaminan kecelakaan kerja dan kematian. 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Baubau, Bobby Harun menjelaskan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi tenaga honorer tersebut sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021, dimana kementerian, lembaga, dan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota diperintahkan untuk menganggarkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tenaga non ASN kedalam APBD masing-masing.

"Untuk tenaga Non ASN (Pemkab) Buton Tengah yang sudah terdaftar dalam perlindungan Jamsostek sebanyak 1.527 orang dan Buton Utara sebanyak 3.033 orang untuk dua program yakni jaminan kecelakaan kerja dan kematian,"kata Bobby Harun, Selasa(9/8/2022). 

Bobby menyebut, sedangkan empat daerah di Kepulauan Buton(Kepton) termasuk Kota Baubau belum mendaftarkan tenaga honorernya didalam perlindungan Jamsostek. Saat ini, pihaknya sedang menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah(Pemda) agar bisa dianggarkan di APBD Perubahan tahun 2022 ini.

"Dengan (Pemkot) Baubau dan Pemda lainnya sementara kami komunikasikan. Mudah-mudahan bisa dianggarkan di APBD-Perubahan tahun ini. Sehingga diseluruh wilayah Kepton bisa memberikan perlindungan kepada teman-teman non ASN,"harapnya.

Menurut Bobby, pentingnya tenaga honorer mendapat perlindungan Jamsostek, karena mereka juga bekerja punya resiko. Sementara selama ini, belum ada perlindungan untuk para tenaga honorer. 

Karena itu Bobby mengatakan, jika Pemda sudah menganggarkan perlindungan Jamsostek untuk tenaga non ASN di lingkup pemerintahannya, maka itu menjadi bukti Negara hadir untuk memberikan perlindungan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar