Jumlah DTKS Baubau Turun, Angka Kemiskinan Naik

Penyuluh Sosial Madya, Dinas Sosial Kota Baubau, Dian Purnama Sari Zain (Foto RRI)

KBRN, Baubau: Jumlah masyarakat Kota Baubau yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) hingga Agustus 2022 mengalami penurunan jika dibanding tahun 2021. Tetapi disatu sisi, angka kemiskinan Baubau secara makro mengalami peningkatan. 

Penyuluh Sosial Madya, Dinas Sosial Kota Baubau, Dian Purnama Sari Zain menjelaskan perbedaan DTKS dan angka kemiskinan. DTKS merupakan data warga yang perlu mendapat pelayanan kesejahteraan sosial dan bantuan dari pemerintah. Dimana, DTKS yang dikeluarkan Kementrian Sosial ini memuat 40% penduduk yang mempunyai status kesejahteraan sosial terendah.

Dian melanjutkannya, sedangkan angka kemiskinan, dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dimana, angka itu merupakan jumlah warga yang hidup dibawah garis kemiskinan sesuai kriteria yang ditetapkan BPS. 

Saat ini kata Dian, warga Baubau yang masuk dalam DTKS berjumlah 75.707 jiwa atau 49,4 persen dari jumlah penduduk. Menurun jika dibanding DTKS tahun 2021 sebanyak 80.311 jiwa atau 50,4 persen dari jumlah penduduk Baubau. 

"Sedangkan angka kemiskinan Kota Baubau yang dirilis oleh BPS sebesar 7,78 persen tahun 2021 atau sekira 13.300 jiwa. Jumlah itu meningkat dibanding tahun 2020, yang hanya sebesar 7,15 persen atau sekira 12.530 jiwa,"ungkap Dian Purnama Sari Zain, Selasa(9/8/2022). 

Menurut Dian, naiknya angka kemiskinan Kota Baubau akibat dampak dari pandemi Covid-19. Meski begitu Ia mengatakan, presentase kenaikan angka kemiskinan itu tidak begitu signifikan, lantaran pemerintah secara totalitas menyalurkan bantuan kepada warga ketika pandemi Covid-19 melanda tanah air tahun 2020 lalu. 

"Artinya bahwa, angka kemiskinan tidak meningkat tajam (walaupun pandemi Covid-19 melanda). Jadi dapat ditekan dengan intervensi kebijakan, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah,"jelasnya.

Lebih lanjut Dian mengatakan, sedangkan pemicu berkurangnya jumlah warga yang masuk dalam DTKS bukan karena kesejahteraan warga yang meningkat. Melainkan, karena hasil pemadanan atau pencocokan data dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Baubau. 

Dimana, dari hasil pemadanan data itu kata Dian, ditemukan beberapa warga masuk DTKS, namun bukan warga Baubau, sehingga dikeluarkan dari data tersebut. 

"Jadi, kalau bukan lagi penduduk Kota Baubau, dikasih keluar karena bukan lagi tanggungan kita (Pemkot Baubau-red), makannya DTKS kita turun. Jadi (penurunan) itu bukan (karena kesejahteraan meningkat-red), melainkan karena hasil pemadanan data,"pungkas Dian. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar