BNPT dan FKPT Sultra Libatkan Pemuda Cegah Radikalisme dan Terorisme

KBRN, Kendari: Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar workshop pelibatan pemuda dalam pencegahan radikalisme dan terorisme dengan pitutur kebangsaan.

Kegiatan ini diikuti 100 peserta dari perwakilan SMA, SLTA dan mahasiswa dengan mengambil tema “Ekspresi Indonesia Muda” bertempat di Auditorium Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Senin (27/6/2022).

Ketua FKPT Provinsi Sultra, Hj. Andi Intang Dulung menjelaskan, kegiatan workshop ini merupakan pertemuan tatap muka perdana bidang pemuda FKPT Sultra setelah dua tahun lamanya hanya dilakukan secara daring akibat pandemic covid 19.

Menurut Intang, pihaknya sengaja merangkul generasi muda supaya tidak gampang terhasut menjadi pelaku terorisme dan radikalisme. 

Dijelaskan, generasi muda memiliki semangat yang tinggi dan belum mengenal jati diri sehingga perlu ada bimbingan dan arahan agar tidak terjerumus ke paham yang radikal.

“Kita libatkan pemuda karena memang sasaran pemahaman atau target mereka yang akan dicari itu adalah pemuda. Dan pemuda itukan labil dan mereka itu mau bagaimana jati dirinya berbeda dengan orang lain,” jelas Hj. Andi Intang Dulung.

Sementara itu, Plt. Kasubdit Pengawasan BNPT Faizal Yan Aulia menjelaskan, aksi terorisme merupakan perilaku kejahatan luar biasa yang menjadi perhatian dunia. 

Bahkan dalam beberapa kejadian, aksi terorisme melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) yang secara kodrati melekat dalam diri setiap orang yakni hak untuk merasa nyaman maupun hak untuk hidup.  

Menurutnya, persoalan terorisme bukan melibatkan paham agama tertentu, karena semua agama yang ada di Indonesia mengajarkan kedamaian kepada umatnya.

“Sekali lagi bahwa terorisme ini adalah persoalan bersama bagi semua komponen bangsa. Jika dilihat dari dampaknya, maka tidak hanya menimbulkan korban jiwa saja atau kerusakan harta benda, namun juga merusak stabilitas negara terutama dalam sisi ekonomi, pertahanan keamanan dan sosial budaya,” tutur Faizal Yan Aulia

Dalam workshop yang berlangsung selama sehari ini para peserta diberikan materi tentang peran aktif pemuda dalam pencegahan terorisme, latihan pembuatan konten kreatif tentang pencegahan terorisme dan radikalisme.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar