Walikota Apresiasi PDAM Baubau Mulai Lakukan Perubahan

KBRN, Baubau: Jajaran PDAM Kota Baubau mulai melakukan perubahan perbaikan pelayanan air bersih kepada pelanggannya. Tahap pertama dimulai dari zona 3 Kelurahan Sukanayo Pulau Makasar. Di wilayah ini, air PDAM sudah dapat mengalir 3 kali seminggu dari sebelumnya sekali seminggu. 

Perbaikan layanan PDAM Baubau ini tidak lepas dari sorotan Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse terhadap kinerja PDAM dalam kurun waktu terakhir. 

Wali Kota Baubau, Monianse saat cek lokasi dan launching air bersih PDAM di Kelurahan Sukanayo mengapresiasi jajaran PDAM Baubau karena telah melakukan program perubahan sebagaimana yang diharapkan masyarakat. 

"Saya kira ini sebuah lompatan yang sangat baik. Dan tentunya secara bertahap kami akan upayakan (air mengalir) setiap hari. Walaupun mungkin belum 24 jam, tapi setiap hari ada perubahan yang diberikan. Makanya, sekali lagi saya apresiasi ini. Sehingga saya juga akan menitip nomor telepon, kalau tidak jadi mengalir 3 kali seminggu, telefon saya,”ujar Monianse didampingi Asisten II Setda Baubau sekaligus ketua pembina Dewan Pengawas PDAM, Ibnu Wahid dan Direktur PDAM Baubau, Jemy Hersandy, ditulis Jum'at(27/5/2022). 

Monianse mengatakan, PDAM harus menjaga pelayanannya karena muka pelayanan kepala daerah ada di PDAM. Makanya, dalam beberapa hari terakhir, dirinya agak keras menyoroti kinerja Direktur PDAM, karena masyarakat berharap perubahan. 

"Dan Alhamdulillah bisa direspon dengan baik (Direktur PDAM). Olehnya itu, saya katakan, mari kita buat zona perubahan. Pertama kita canangkan disini (Pulau Makasar). Kemudian tanggal 2 diwilayah zona 1 yang rencana kita push airnya agar terus terjaga kontuinitasnya, kualitasnya dan jumlah suplainya termasuk jam tayangnya. Kemudian ditanggal 7 Juni 2022, sumber air batu poopi di wilayah Baadia dan sekitarnya juga mendapat perhatian dari PDAM Baubau. Sehingga, dengan 3 zona ini saja, sudah bisa kita pertanggung jawabkan kepada masyarakat,"tuturnya.

Monianse yang juga pernah menjabat Direktur PDAM  Buton dan Wakatobi selama 10 tahun ini mengakui, memang untuk memaksimalkan pelayan air bersih untuk seluruh kota tidak segampang yang  dibayangkan. Tetapi, kalau untuk melakukan perbaikan layanan zona per zona bukan hal yang sulit. 

Karena itu Monianse mengatakan jika misalnya masih ada demonstrasi masyarakat soal layanan PDAM, dirinya meminta jajaran PDAM, menunjukkan bukti perbaikan pelayanan yang sudah dimulai dari Pulau Makasar. 

"Kalau ada demonstrasi dari masyarakat, tunjuk saja Pulau Makasar bahwa dari sebelumnya (air mengalir) sekali seminggu, sekarang sudah tiga kali seminggu. Itu sudah bisa menjadi bentuk pertanggung jawaban kita, bahwa kita tidak tinggal diam dan duduk-duduk. Karena nanti pada akhirnya, yang akan disoroti itu, saya sebagai penanggungjawab di Kota ini. Makanya saya agak keras dengan Direktur PDAM, bukan jengkel, tapi harus dipahami itu bagian dari upaya kita mendorong perbaikan PDAM kita,”tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar