Yustam Penderita Hydrosefalus Asal Buton Butuh Uluran Tangan

Melani ketua posko berbagi baubau (kanan menggendong Yustam), Yusnawati Ibu Yustam (Kiri)
Yustam Bayi penderita hydrosefalus asal Buton

KBRN, Baubau : Sungguh malang nasib anak kedua dari pasangan Tasmin dan Yusnawati warga Umalaoge Kecamatan Lasalimu Selatan Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sejak dalam kandungan bayi laki-laki mereka bernama Muhamad Yustam Ramadan menderita Hydrosefalus. Hidrosefalus merupakan penumpukan cairan di rongga otak sehingga meningkatkan tekanan pada otak. Pada bayi dan anak-anak, hidrosefalus membuat ukuran kepala membesar.

Kepala bayi mungil itu sejak lahir sudah dalam ukuran tak normal dan ukuran kepala diusianya yang belum genap dua bulan itu semakin besar. Jika tak segera dioperasi cairan dikepala bisa merusak saraf lainnya.

Kondisi keluarga yang serba kekurangan, ayah Yustam hanya buruh tani sedang ibunya tidak bekerja membuat pengobatan bayi yang lahir 9 April 2022 itu terbengkalai.

Melihat kondisi tersebut Ketua Posko Berbagi Baubau Melani tersentuh. Berbekal niat ikhlas Ia memboyong keluarga kecil itu ke Kota Kendari agar segera mendapat pertolongan berupa operasi.

Kepada RRI, Ibu Mey (sapaan akrabnya) bercerita keluarga pak Tasmin membutuhkan uluran tangan. Bayi kecil itu membutuhkan susu formula dan popok.

“Bayi ini tidak asi, yang dibutuhkan itu susu formula dan pampers, dan kata dokter ukuran kepala bayi ini semakin membesar, harus segera dioperasi untuk menyelematkan bayi ini,”tutur Melani.Selasa,(17/5/2022).

Lanjut Melani, sebelumnya ibu Yustam bekerja sebagai Asisten rumah tangga, namun sejak hamil Ia berhenti bekerja. Sang suami satu-satunya pencari nafkah keluarga. Bahkan selama menjalni kehidupan rumah tangga tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan

Selama hamil anak kedua, Ibu Yustam tak pernah melakukan USG atau ultrasonografi untuk mengetahui perkembangan si bayi. Nantilah saat susah melahirkan  di Puskesmas Siontapina Buton, ibu Yusnawati dirujuk ke RS Palagimata Baubau dan dinyatakan dokter bayinya menderita hyrosefalus sejak dalam rahim.

“Pas di USG dipalagimata ternyata bayinya hydrosefalus sehinga tidak bisa lahiran normal dan harus Operasi caesar (sesar),”tambahnya.

Selama dalam pengawasan Posko Berbagi, pihaknya menguruskan BPJS Kesehatan sehingga operasi bisa digratiskan.

Bagi warga di Kepulauan Buton dan seluruh masyarakat Sultra yang ingin meringankan beban keuangan keluarga Yustam dapat mendonasikan rezeki lewat rekening Yayasan Posko Berbagi Baubau di Bank Sultra No rekening 004.02.01.009838-9. Atau kontak Melani 0813-5583-0400.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar