Kuota Pupuk Subsidi Belum Penuhi Kebutuhan Petani di Baubau

KBRN, Baubau: Kuota pupuk bersubsidi untuk petani di Kota Baubau masih belum sesuai dengan Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diajukan oleh kelompok tani. Akibatnya, kebutuhan pupuk petani selalu tak terpenuhi.

Hal itu diakui Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Muhamad Rais kepada wartawan usai rapat koordinasi Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida Kota Baubau di Aula Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Baubau, Senin(29/11/2021).

“Masalah ini bukan hanya kita tetapi seluruh Indonesia, dimana kebutuhan pupuk kita tidak akan sesuai dengan kuota yang diberikan. Contoh, kita minta 10 dikasih tujuh, praktis ada tiga tidak terpenuhi. Padahal petani berharap setelah menyusun RDKK bisa mendapatkan pupuk sesuai usulannya padahal tidak, karena tergantung kuota,”ungkap Rais.

Karena itu, untuk menanggulangi kekurangan pupuk subsidi, pihaknya meminta tambahan pupuk ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan cara realokasi. Di mana, jatah pupuk untuk kabupaten/kota lain yang tidak terpakai dialihkan ke Baubau.

“Tahun ini saja kita sudah realokasi pupuk sebanyak enam kali. Makanya sampai sekarang kebutuhan pupuk kita masih terpenuhi. Kemarin memang sempat ada gejolak kelangkaan pupuk karena realokasi itu tidak serta merta disahuti, butuh proses. Syukur Baubau hanya 1.000 hektare, sehingga realokasi tidak terlalu rumit,"ujarnya.

Disisi lain Rais mengatakan, pihaknya juga terus berupaya menggalakkan pemakaian pupuk organik agar petani tidak hanya bergantung pada pemakaian pupuk kimia.

Hanya saja sejauh ini pihaknya masih merasa kesulitan mengajak petani beralih menggunakan pupuk organik lantaran penggunaan pupuk anorganik dianggap lebih praktis.

"Kalau pupuk anorganik itu aplikasinya dari karung langsung ke tanaman. Sedangkan, pupuk organik itu butuh pengolahan, proses yang mungkin cukup lama," ujarnya.

Padahal menurut Rais, penggunaan pupuk kimia yang terus-menerus akan membuat tanah menjadi jenuh. Sebaliknya, pupuk organik bisa memperbaiki struktur tanah kembali menjadi subur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar