Sekda Baubau: Nama "Benteng Wolio" Jangan Lagi Diubah

1631717572690.jpg

KBRN, Baubau: Sekretaris Daerah(Sekda) Kota Baubau, Roni Muhtar meminta kepada semua pihak tidak lagi memperdebatkan soal penyebutan nama "Benteng Wolio" apalagi mengubahnya dengan nama lain. 

Karena nama Benteng Wolio kata Roni Muhtar, lahir dari penyebutan masyarakat Buton sendiri sejak masa lampau. Saat itu masyarakat menyebutnya Bentena Wolio yang artinya Benteng Wolio. Penyebutan itu  juga dapat didengar pada lirik lagu-lagu Buton. 

"Jadi jangan lagi kita ubah yang tidak sesuai dengan konsep masyarakat kita. Dan karena masyarakat sudah menyebutnya Benteng Wolio, maka menurut saya, Pemda Baubau juga harus konsisten dengan sebutan masyarakat," ujar Roni Muhtar ketika dikonfirmasi rri.co.id, Rabu(15/9/2021). 

Lebih lanjut Jendral ASN Kota Baubau ini mengatakan, pemerintah pusat juga telah resmi menetapkan Benteng Wolio sebagai kawasan cagar budaya peringkat nasional. 

Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi nomor 115/M/2021, yang ditetapkan di Jakarta pada 28 Mei 2021. 

"Jadi tidak bisa lagi kita utak-atik nama Benteng Wolio. Itu sudah resmi,"tegas Roni Muhtar.

Kepala Dinas Pariwisata Baubau, Ali Arham menambahkan, penyebutan nama Benteng Wolio oleh masyarakat kala itu karena merujuk tempatnya dibangun yaitu di Wolio.

"Jadi nama benteng tersebut didasarkan dimana tempatnya didirikan. Contoh di Baadia dibangun benteng maka menyebutnya benteng Baadia, di Sorawolio dibangun benteng dinamakan Benteng Sorawalio. Demikian halnya saat itu dibangun benteng di Wolio, tentu namanya Benteng Wolio,"terang Ali Arham

Lebih lanjut Ali Arham mengatakan kalaupun ada yang menyebut Benteng Keraton Wolio. Dirinya menganggap masih logis karena Keraton merupakan daerah tempat seorang penguasa memerintah atau tempat tinggalnya. 

Dan di Benteng Wolio saat itu kata Ali, memang menjadi tempat tinggal Raja/Sultan ketika memerintah. 

"Jadi yang memiliki Keraton dalam Benteng di kepulauan Buton ini hanya di Wolio karena disini ada tempat tinggalnya para Raja saat itu,"tutup Ali Arham. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00