Pelabuhan Baubau Diklaim Nihil Praktek Pungli

KBRN,Baubau: Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan(UPP) Baubau memastikan tidak ada praktek pungutan liar(pungli) di kawasan pelabuhan Murhum Baubau terutama saat keluar-masuk mobil kontainer. 

Humas Kantor UPP Baubau, Salma Kadir mengatakan hal itu lantaran selama ini pihaknya membangun kerja sama yang baik dengan TNI-Polri untuk mencegah praktek pungli tersebut. 

Selain itu kata Salma, di pelabuhan Baubau juga telah diberlakukan pass elektronik. Tarif pass masuk pelabuhan ini juga sudah ditetapkan besarannya sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2016. Adapun tarif pass masuk di Pelabuhan Baubau untuk Trailer/Truck gandengan Rp 6.500, Truck/Truck Besar Rp 6.000 serta mobil Pic Up, Minibus, Sedan dan Jeep Rp 5.000. 

Kemudian, untuk sepeda motor Rp 4.000, tarif Sepeda/Gerobak sebesar Rp 2.000. Untuk penumpang, pengantar/penjemput dan pas orang (harian) sebesar Rp 3.000.

"Jadi menyangkut pungli, Alhamdulillah disini tidak ada kegiatan pungli karena kita kerja sama dengan para pengamanan TNI-Polri. Disatu sisi, disini sudah ada biaya pass masuk berdasarkan PP nomor 15, sehingga semua yang masuk diareal pelabuhan sudah ada ketentuan,"kata Salma Kadir dalam keterangannya kepada RRI ditulis, Minggu(13/6/2021). 

Salma Kadir mengatakan selama ini mobil-mobil kontainer yang keluar-masuk di pelabuhan Murhum berasal dari perusahaan peti kemas seperti Spil dan Sril. Perusahaan tersebut melayani bongkar-muat berbagai barang campuran termasuk kayu olahan. 

Terpisah Kapolsek KP3 Baubau, Iptu Yudhi Widhia mengatakan selain nihil praktek pungli, pihaknya juga memastikan pelabuhan Murhum Baubau nihil dari aksi premanisme seperti pemalakan. 

"Kalau premanisme di Pelabuhan Murhum tidak ada. Tapi kalau ada, tolong informasikan ke saya juga karena kita butuh juga kerja samanya,"ungkap Iptu Yudhi Widhia. 

Iptu Yudhi juga menambahkan pihaknya intens melakukan monitoring di kawasan pelabuhan Murhum Baubau dan beberapa pelabuhan wilayah kerjanya untuk memastikan tidak ada tindakan-tindakan premanisme. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00