Pemkot Baubau Mulai Verivali Data Kemiskinan

Kadis Sosial Kota Baubau, Abdul Rajab (Foto:RRI)

KBRN, Baubau : Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara mulai melakukan perbaikan data kemiskinan.

Selama ini data kemiskinan yang menjadi rujukan pemerintah adalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2011 silam yang jumlahnya mencapai 62.000 lebih.

Kepala Dinas Sosial Kota Baubau, Abdul Rajab menyebutkan, data tersebut dimungkinkan sudah tidak pas dengan kondisi sekarang karena pertimbangan sudah ada yang meninggal dunia, pindah penduduk dan mungkin saja beberapa diantaranya tingkat kesejahteran keluarga sudah meningkat sehingga harus dikeluarkan.

Abdul Rajab menambahkan proses pendataan ulang ini melibatkan seluruh jajaran mulai dari Camat, Lurah, RT/RW hingga kelompok-kelompok sosial sehingga data yang dihasilkan nanti adalah data yang benar-benar valid dan sesuai kondisi terkini.

“Data by name by address saya sudah berikan pada Camat dan Lurah untuk dilakukan Verivikasi dan Validasi di lapangan, perbaiki semua datanya bersama Pekosos, pendamping PKH, BPMT, PBI. Manakala ditemukan sudah meninggal, pindah alamat, hidup layak, sudah harus dikeluarkan,” terangnya kepada RRI, Selasa (8/6/2021).

Abdul Rajab menyebutkan pemutakhiran data kemiskinan perlu segera dilakukan karena berkaitan erat dengan penerimaan bantuan yang terus dikucurkan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Termasuk di dalamnya adalah data peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang bersumber dari APBD Kota Baubau.

“Di BPJS Kesehatan itu sudah orang-orang di DTKS. Olehnya perlu diperbaiki jangan sampai orangnya tidak berobat, mungkin pindah alamat tapi pembayaran BPJSnya terus dibayarkan APBD,” terangnya.

“Kita beri batas waktu hingga 25 Juni ini. Kalau ada yang tidak layak akan dikeluarkan dan yang masih layak perilu dilengkapi datangya. Semoga segera diselesaikan dengan harapan bantuan yang digelontorkan pemerintah benar-benat tepat sasaran dan lengkap adminitrasi,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00