Pendapatan Merosot, Pedagang Asongan di Pelabuhan Murhum Butuh Perhatian

KBRN, Baubau: Sudah satu tahun lamanya pedagang asongan yang menggantungkan hidup di pelabuhan Murhum Baubau menanti dicabutnya kebijakan larangan berjualan dalam kapal yang diberlakukan semenjak pandemi Covid-19.

Ketua Pedagang Asongan Kota Baubau Syarifudin mengakui atas kebijakan tersebut 120 pedagang asongan yang notabene menggantungkan hidup dengan berjualan didalam kapal kini pendapatannya merosot tajam bahkan sama sekali tidak ada.

“Sementara aktivitas teman-teman asongan ini berjualan dikapal bukan didermaga. Akibatnya pendapatan ini sangat menurun bahkan kadang tidak ada. Makanya kami selalu mendesak pihak syahbandar supaya asongan bisa diperbolehkan berjualan didalam kapal,”ungkap Syarifudin kepada RRI ditulis Kamis(29/4/2021).

Untuk itu pihaknya akan bersurat ke DPRD Baubau dengan harapan DPRD dan Pemerintah Kota Baubau bisa merekomendasikan agar pedagang asongan dibolehkan berjualan di dalam kapal.

Menurut dia, langkah permohonan ke DPRD itu berdasarkan hasil rapat dengan stackholder di pelabuhan Murhum Baubau pada Rabu 28 April 2021. Dari hasil rapat tersebut ungkapnya, pedagang asongan juga dibijaksanai sementara waktu dapat berjualan, namun hanya dipintu keluar dermaga dengan syarat pedagang bergantian hanya 30 orang setiap kunjungan kapal dan harus mematuhi protocol kesehatan.

Terpisah Kepala Kantor Unit Penyelanggara Pelabuhan(UPP) Baubau Capt. Dahlan mengakui awalnya pedagang asongan dibolehkan berjualan di dalam kapal namun karena adanya pandemi Covid-19 maka pihaknya terpaksa melarang.

Namun demikian karena pertimbangan kemanusiaan, pihaknya kebijakan bersifat sementara dengan membolehkan pedagang berjualan diarea pintu keluar dermaga namun harus menerapkan protokol kesehatan sebagaimana persetujuan Satgas Covid-19 Baubau.

"Kebijakan ini bersifat sementara sambil menunggu keputusan DPRD dan Pemkot. Karena mereka(pedagang asongan-red) minta agar bisa berjualan di kapal Pelni sementara Pelni tidak bisa kalau bukan izin dari pusat,"ungkapnya.

Sementara Kepala PT Pelni Cabang Baubau J.S Sitorus mengatakan terkait masalah yang dialami pedagang asongan ini pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkot Baubau untuk mencarikan solusinya.

Sebab pihaknya tidak bisa mengambil keputusan sendiri karena kebijakan Pelni pusat tidak boleh lagi pedagang asongan berjualan dalam kapal.

"Kita serahkan saja ke pemerintah daerah karena kalau kami tidak membolehkan lagi berjualan didalam kapal karena prinsipnya, ini kapal bukan pasar,"tegasnya.

Meski demikian Pemkot Baubau secepatnya mencarikan solusi atas masalah pedagang asongan ini. Apalagi kebijakan yang diberikan kantor UPP Baubau kepada pedagang asongan hanya bersifat sementara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00