Oknum Guru di SDN 50 Buton Mengaku Khilaf dan Berjanji Tidak Mengulangi Perbuatannya

Oknum Guru SDN 50 Buton sedang duduk dikusi bersama kado yang diberikan sejumlah siswa kelas III sebagai ungkapan bersalah,(DOk.RRI).jpg

KBRN, Buton : Oknum Guru Kelas di SDN 50 Buton di Desa Winning Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara (Sultra)  inisial MS yang terlibat dugaan penyuapan plastik snack kepada sejumlah anak muridnya mengaku bersalah dan khilaf.

Ditemui sejumlah awak media Rabu,(27/1/2022) MS mengakui kesalahannya.

“Insha Allah saya tidak akan ulangi apa yang saya lakukan, saya mengaku Khilaf,”ucap Ms.

Saat kejadian Jumat (21/1), Ia mengaku tersulut emosi  dan spontan mengambil bungkusan makanan ringan yang ada di tempat sampah dan langsung disuapkan kepada sejumlah murid kelas III. Alasannya karena para murid membuat gaduh saat Ia sedang mengajar di Kelas IV.

Sempat diperingati dua kali namun para pelajar kembali berulah bahkan dengan nada keras membuat keributan. Saat itu Guru Kelas III terlambat datang, sehingga Ia sebagai petugas piket saat itu langsung mengambil tindakan memberi hukuman kepada sejumlah pelajar tersebut.

“Ternyata anak-anak itu teriak-teriak karena ada perayaan ulang tahun untuk guru kelas nya, dan saya demi Allah tidak tau,”tambahnya.

Sebelumnya ungkapan permohonan maafnya telah disampaikan saat rapat bersama orang tua murid senin (24/1). Saat itu seluruh orang tua siswa memafkannya namun satu diantaranya tetap bersikukuh melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib.

Sejak Selasa (25/1) malam hingga Rabu (26/1) pagi Ia mengaku telah berkeliling di seluruh rumah para murid yang menjadi korbannya sebagai ungkapan rasa bersalah.

“Alhamdulillah mereka semua maafkan, termasuk dua kali di rumah DS, karena orang tuanya memang sangat keberatan,”pungkasnya.

Menurut MS, pasca kejadian para murid juga mengakui kesalahnnya. Bahkan Ia diberikan beberapa bingkisan berupa hadiah kepada MS sebagai lambang rasa bersalah.

“Mereka (Murid) juga sampai mendatangi saya di perumahan sekolah untuk minta maaf,”tambahnya.

“Saya takut kalian (murid) tidak maafkan ibu guru karena apa yang saya perbuat memang dengan kata maaf saja tidak sesuai dengan apa yang saya lakukan,”cerita MS saat para murid mendatangi kediamannya untuk meminta maaf.

Sebelumnya salah satu  keluarga korban mengupload dua video pendek berdurasi 1 menit 30 detik dan durasi 30 detik berisi dirinya mewawancarai sang oknum guru dan  pengakuan ponakannya yang terdzalimi karena diberi makan bungkusan makanan ringan yang diambil dalam tempat sampah di laman Facebooknya bernama Prischa Leda.

Kasus itu kemudian viral menjadi perbincangan Publik. Bahkan banyak warga menyayangkan tindakan sang oknum.

Orang tua salah satu Korban inisial DS  bahkan telah mamasukan laporannya ke Kantor Polisi Rabu,(26/1) mengharapkan sang Oknum diproses hukum.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar