Dinkes Baubau Tingkatkan PSN, Kasus DBD Turun

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Baubau, Marfiah Tahara(Dok.RRI)

KBRN, Baubau: Dinas Kesehatan Kota Baubau Sulawesi Tenggara(Sultra) mencatat ada 18 kasus Demam Berdarah Dengue(DBD) sepanjang Januari hingga pertengahan Maret 2021. Rinciannya, Januari 3 kasus, Februari 11 kasus dan 4 kasus hingga pertengahan Maret. 

Jumlah tersebut terbilang menurun jika dibandingkan kasus DBD tahun 2020 pada periode yang sama berjumlah 25 kasus dengan rincian Januari 12 kasus dan Februari 13 kasus. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Baubau, Marfiah Tahara mengungkapkan rata-rata kasus DBD ini didominasi anak usia dibawah 10 tahun. Meski begitu tidak ada laporan meninggal dunia.

Dikatakan Marfiah, dalam menurunkan angka kasus DBD pihaknya selama ini bekerjasama semua puskesmas terus meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat tentang pemberantasan sarang nyamuk(PSN). 

Karena menurutnya, gerakan PSN lebih efektif memberantas nyamuk penyebab DBD dibanding melakukan penyemprotan atau fogging. 

"Karena kalau penyemprotan fogging itu hanya nyamuk dewasa yang mati sedangkan telur-telur nyamuk itu tidak. Jadi yang paling efektif itu pemberantasan sarang nyamuk,"kata Marfiah, Rabu(17/3/2021). 

Dirinya menyebutkan beberapa tempat dirumah yang bisa menjadi sarang nyamuk antara lain bak mandi dan toilet, tempat penampungan air serta barang bekas di sekitar rumah seperti ban, kaleng, botol, gelas air mineral, dan semua tempat yang bisa menampung air.

"Untuk itu kami harap kesadaran masyarakat ditingkatkan lagi dengan selalu membersihkan tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk untuk menghindari potensi DBD ini,"tuturnya.

Ia juga menambahkan, Dinkes Baubau telah mendistribusikan bubuk Abate disemua puskesmas yang selanjutnya dibagikan kepada warga untuk membasmi perkembangbiakan nyamuk di tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00