Dispertan Baubau Intens Periksa Ciri Penyakit Zoonosis dan PMK pada Hewan Qurban

Dispertan Baubau Intens Periksa Ciri Penyakit Zoonosis dan PMK pada Hewan Qurban ,(Dok.RRi)

KBRN, Baubau : Hingga Sabtu 9 Juli 2022 atau H-1 lebaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Baubau akan intenskan pemeriksaan hewan qurban yang diperjual belikan warga.Selasa,(5.7.2022).

Pemeriksaan Kesehatan hewan telah dimulai sejak Senin 4 Juli menyasar tiga Kecamatan, mulai dari Batupoaro, Murhum dan Kecamatan Kokalukuna.

Kepala Bidang Peternakan Dispertan Baubau drh. Jusriati menyebutkan, selain focus pada Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pihaknya juga memeriksan tanda penyakit Brucellosis dan Antraks yang bersifat zoonosis atau menular dari hewan ke manusia.

“Pemeriksaan yang kita lakukan bukan PMK saja, tetapi antraks juga bricellosis karena merupaka penyakit zoonosis,”ungkap Jusriati.

Khusus ciri PMK, pada mulut keluar air liur berlebihan (hipersativasi),  sariawan pada lidah, luka pada kuku dan kaki serta susu pada betina. Sementara  brucellosis melihat pembengkakan pada persendian (tanpa luka) dan buah pelir, sedangkan penyakit antraks dengan ciri keluar darah dari lubang alami (mata, hidung, mulut dan anus).

Lanjut Jusriati, selama 10 tahun terakhir belum pernah ditemukan kasus antraks di Baubau, begitupun dengan brucellosis. Sedangkan PMK yang viral akhir -akhir ini belum merambah ke Indonesia Timur termasuk Baubau.

Selain sidak ditempat, Dispertan membuka pelayanan membuka layanan pemeriksaan kesehatan hewan qurban secara gratis, dengan cara menghubungi kontak 081340031530.

“Kami juga mengadakan pemeriksaan diluar jadwal sesuai dengan permintaan warga dan kami sudah layani di kecamatan lea-lea dan kelurahan wajo,”tambahnya.

Disamping memeriksa hewan, ternak yang dinyatakan sehat juga dilengkapi dengan surat keterangan hewan bebas dari PMK dan  dan dilabeli kalung merah pada leher.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar