Baubau dan 3 Kabupaten di Kepton Tidak Kebagian DAK dari Badan POM

Kepala Balai POM Sultra (kiri) dan Kepala Loka POM Baubau, (kanan),(Dok.RRI) .jpg

KBRN, Baubau : Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Sulawesi Tenggara (Sultra) Yoseph Nahak Klau menyebutkan tahun 2022 Baubau dan 3 (tiga) kabupaten di kepulauan buton tidak mendapatkan dana alokasi khusus (DAK), dari BPOM Pusat.Minggu,(23/1/2022).

“Dari 5 wilayah kerja Loka POM Baubau hanya buton selatan satu-satunya penerima DAK tahun ini dengan serapan anggaran 85 persen tahun 2020,”ungkap Yoseph usai pelaksanaan MoU antara Balai POM Sultra dengan Pemkot Baubau beberapa waktu lalu.

Yoseph mengatakan anggaran DAK tersebut bersumber dari Bidang Kesehatan Sub Bidang Pengawasan Obat dan Makanan, peruntukannya untuk membiayai operasional kegiatan program prioritas nasional di bidang kesehatan yang menjadi urusan daerah guna meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan di daerah.

Yoseph menambahkan, yang menyebabkan Baubau dan tiga kabupaten lainnya tidak kebagian DAK karena hasil evaluasi nasional  serapan dan realisasi anggaranya rendah.

“Realisasi untuk penggunaan DAK oleh kabupaten kota rendah, karena itu dikurangi sehingga beberapa kabupaten tidak mendapat lagi termasuk Baubau,”jelasnya.

Ia optimis Baubau bakal menerima kembali anggaran tersebut ditahun 2023 mendatang karena serapan anggarannya tahun 2021 mencapai 88 persen.

Kendati tidak ada DAK, Ia berharap Pemerintah Daerah setempat tetap melaksakan pengawasan, karena sifat dana tersebut hanya pelengkap.

“DAK ini sebenarnya sifatnya komplementer, ada dan tidak adanya itu Pemkab ataupun Pemkot memiliki kewenangan wajib untuk mengawasi karena sudah ketentuan UU,”tutupnya.

Sementara Plt Wali Kota  Baubau La Ode Ahman Moniasen mengungkapkan, mengenai tidak ada DAK untuk Baubau tahun 2022, Monianse akan tetap melaksanakan pengawasan dengan memporsikan anggaran daerah kendati dalam keadaan terbatas.

“Tentunya kami akan upayakan agar DAK tersebut kembali diberikan ditahun 2023 mendatang, untuk tahun  ini kita gunakan dana daerah dengan kapasitas yang ada,”tutupnya.

Sementara data Loka POM khusus di Kota Baubau DAK Pemerintah Pusat tahun 2021 mencapai Rp 497 juta. Sedang kabupaten lainnya masing-masing Rp 469 Juta.

Wilayah kerja Loka POM Baubau meliputi, Kota Baubau, Kabupaten Buton Selatan, Buton Tengah, Buton, dan Kabupaten Buton Utara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar