Kasus DBD di Baubau Capai 80 Kejadian, Satu Meninggal

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Marfiah Tahara ,(Dok.RRI).jpg

KBRN, Baubau : Memasuki musim hujan Dinas Kesehatan Kota Baubau meminta warga tingkatkan kewaspadaan terhadap bahaya nyamuk aedes aigypti penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD).Selasa,(30/11/2021).

Tren kasus penyakit menular itu di Baubau sejak 2019  hingga 2020 menurun, namun naik lagi ditahun 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Baubau melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Marfiah Tahara menuturkan pada bulan oktober terjadi 1 kasus kematian demam berdarah di kelurahan Lanto.

Ia menyebutkan, korbannya adalah anak-anak dan keluraga sempat menolak untuk dirawat di rumah sakit. Bahkan  keluarga menolak rumahnya di fogging.

“Keluarga tidak menerima diadakan pelayanan dan juga disemprot rumahnya,”ungkap Marfiah.

“2019  ada 160 kasus, 2020 ada 74 kasus, 2021 sampai November 80 kasus, cuman ditahun 2020 kita tidak optimal ke lapangan karena kasus covid 19 lagi tinggi,”tambahnya.

Sebagai bentuk pencegahan Dinas Kesehatan lewat Puskemas gencar sosialisasi di warga termasuk  membagikan abate.

“Masyarakat juga dapat memperoleh abate di Puskesmas terdekat,”pungkasnya.

Ia menilai fogging bukan solusi utama membunuh  nyamuk aedes, namun yang paling penting  adalah andil masyarakat dengan menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan  3M, menguras, menutup dan mengubur barang bekas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar