Menko PMK Minta Percepatan Vaksin Booster Bagi Nakes di Sultra

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy saat Mengecek stok Dosis Vaksinasi ketiga di kantor Dinas Kesehatan Sultra (Ant)

KBRN,Kendari: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meminta seluruh tenaga kesehatan di Sulawesi Tenggara (Sultra) mempercepat vaksinasi Booster atau suntikan dosis ketiga. 

"Hasil sidak saya hari ini di kantor dinas kesehatan sultra, ternyata vaksinasi booster tenaga kesehatan masih kurang dari 1 persen. Karena itu, saya mohon kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk mempercepat vaksinasi dosis ketiga kepada tenaga kesehatan," ungkap Muhadjir Effendy di Kendari, Jumat (22/10/2021).

Menurut  menteri Muhadjir, pemberian vaksinasi Booster bagi tenaga kesehatan sesuai instruksi Presiden, agar keselamatan tenaga kesehatan lebih terjamin karena dengan pemberian dosis ketiga maka imun mereka yang menangani pasien COVID-19, semakin tinggi.

"Karena dengan Booster, maka imunitas tenaga kesehatan semakin tinggi. Saya minta untuk segera dipercepat," tuturnya.

Terkait minimnya pasokan vaksinasi di Sultra yang masuk, Muhadjir berjanji akan menyampaikan hal tersebut ke Menteri Kesehatan agar Sultyra menerima vaksin sesuai target dari jumlah sasaran.

"Nanti saya akan sampaikan ke Pak Menteri Kesehatan supaya mendapat perhatian. Sebetulnya sangat bagus saya lihat di sini," kata Muhadjir.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) kepala Dinas Kesehatan Sultra Usnia mengungkapkan, vaksinasi Booster baru mencapai 8.812 orang atau 0,44 persen yang tersebar di 17 kabupaten/kota.

Sasaran vaksinasi di Sultra sebanyak 2.002.579 orang, sedangkan vaksinasi yang dipasok pemerintah pusat baru 1.337.332 dosis dan semua telah disebar ke kabupaten/kota.

"Kebutuhan vaksinasi di Sultra kurang lebih 4 juta dosis, sementara alokasi vaksinasi baru mencapai 1,3 juta dosis," jelas Usnia.

Usnia menambahkan, rendahnya cakupan vaksinasi dosis ketiga bagi para tenaga kesehatan di sultra karena tidak semua Tenaga Kesehatan (Nakes) langsung disuntik serentak apalagi efeknya dinilai cukup keras.

"Karena kalau suntik biasa ada panas, ada gejala-gejala. Jadi pelaksanaannya itu tidak semua satu kali. Misalnya di dalam satu puskesmas ada 10 tenaga kesehatan, maka minimal dua nakes yang disuntik booster," ujarnya.

Usnia menyebut saat ini stok vaksin tersisa 105.000 dosis jenis Sinovac 10 dosis dan 8.352 dosis jenis Sinovac 2 dosis. Sedangkan vaksin jenis AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna saat ini kosong.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00