Antisipasi Peningkatan Kasus, RSUD Buton Tambah Ruang Isolasi

Direktur RSUD Buton, dr Ramli (Foto:RRI)

KBRN, Baubau : Kasus Covid-19 akhir-akhir ini terus meningkat yang ditandai dengan bertambahnya jumlah pasien bergajala yang menjalani perawatan di Rumah Sakit.

Di RSUD Kabupaten Buton misalnya, saat ini tengah merawat sedikitnya 10 pasien suspek Covid-19 dengan gejala sesak, demam batuk dan flu. Bahkan sebagian besar dari pasen tersebut sudah sangat bergantung dengan pasokan oksigen.

Direktur RSUD Buton, Ramli Code mengatakan saat ini RSUD Buton memiliki satu ruang isolasi dengan kapasitas 15 tempat tidur. Mengantisipasi lonjakan kasus yang lebih besar, dalam waktu dekat ruang perawatan bedah dengan kapasitas 18 tempat tidur akan dialih fungsikan untuk ruang isolasi.

“Kita harus jaga-jaga sejak awal, takutnya nanti pasien lebih banyak baru kita kasak kusuk. Mengantisipasi jika melebihi kapasitas ruangan 15 tempat tidur itu ada satu ruangan kami siapkan juga untuk isolasi covid-19," tambahnya.

Ramli khawatir, jika kondisi ini terus terjadi, tidak hanya berdampak pada  daya tampung RS, namun juga ketersediaan jumlah tenaga kesehatan (nakes). Dengan kondisi yang sekarang ini pihaknya sudah menggabungkan Tiga ruang perawatan menjadi satu, sehingga sebagian nakesnya ditugaskan di ruang isolasi.

“Ini adalah tantangan terberat. Nakes di RSUD Buton itu saya ibaratkan semuanya adalah pemain inti, tidak ada cadangan. Sehingga begitu ada yang cidera tidak bisa main. Jadi tantangan terbesarnya adalah keterbatasan nakes, sehinggah langkah yang kami ambil menggabungkan Tiga ruang perawatan menjadi satu (penyakit dalam, bedah, dan perawatan anak,” tambahnya.

Selain itu dirinya juga mendapat restu dari Kepala Daerah terkait permintaan penambahan nakes dari sejumlah Puskesmas untuk diperbantukan sementara di RSUD.

“Tidak banyak, kemrain kami hanya minta 15 orang perawat untuk membuka perawatan Covid baru lagi di perawatan bedah. Jadi perawatan bedah kami buat lagi jadi ruang pewatan Covid-19,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00