Gangguan Jiwa Tinggi, Baubau Minta Dibangunkan Rumah Sakit Jiwa

Kabid P2 Dinkes Baubau, Marfiah Tahara (Foto:RRI)

KBRN, Baubau : Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mestinya miliki Rumah Sakit Jiwa (RSJ) karena tingginya kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Tidak dapat dipungkiri sering ditemui orang gangguan jiwa berkeliaran di tengah Kota. Ada yang berpenampilan biasa-biasa saja, yang setengah berbusana, hingga yang mengancam keselamatan warga sekitar.

Data Dinas Kesehatan Kota Baubau menyebutkan hingga Mei 2021 terdapat 62 penderita berat hingga harus dirujuk ke RSJ Propinsi di Kota Kendari.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, Rahmat Tuta melalui Kepala Bidang Pencegahan Penyakit (P2), Marfiah Tahara menyebutkan, pengusulan pembangunan RSJ itu sudah disodorkan sejak beberapa tahun yang lalu, hanya saja selalu terbentur dengan aturan Satu Propinsi Satu Rumah Sakit Jiwa.

“Aturan sebenarnya itu satu propinsi itu satu RSJ. Meski begitu kami tetap mengusulkan untuk persiapan Provinsi Kepton,” jelasnya kepada RRI, Sabtu (12/6/2021).   

Marfiah membeberkan, jauhnya jarak tempuh dan tingginya biaya operasional menjadi tantangan tersendiri saat melakukan rujuk pasien ke RSJ di Kendari, apalagi dengan kondisi pasien sudah sulit untuk diajak kompromi.

“Kendala saat merujuk karena tidak bisa dinaikan ke kapal, sehingga harus kami rental mobil. Biayanya agak besar karena kita menanggung petugas da seorang pendamping pasien. Biaya itu ditanggung sepenuhnya Dinkes melalui Dana Alokasi Umum,” pungkasnya.

Seperti diketahui pandemic Covid-19 sangat berdampak pada meningkatnya kasus ODGJ di Baubau, pemicunya adalah tekanan ekonomi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00