BPOM Kendari Temukan Ratusan Produk Rusak Selama Ramadhan, Sementara Takjil Aman

KRBN, Kendari: Selama bulan Ramadhan, Balai pengawas Obat dan Makanan Kendari telah melakukan intensifikasi pengawasan, dengan target pada pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE), kedaluwarsa dan rusak.

Pengawasan dilakukan pada sejumlah distributor pangan, toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional, penjual parsel serta pangan berbuka puasa (takjil).

Kepala Balai POM Kendari Yoseph Nahak Klau menjelaskan, dari hasil pengawasan tersebut petugas menemukan ratusan produk Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK).

Produk TMK tersebut ditemukan pada sejumlah distributor dan sarana ritel dengan rincian produk rusak 84 item, produk kedaluarsa 24 item, serta Produk tanpa izin edar 5 item. Total nilai ekonomis dari temuan tersebut mencapai Rp. 35 juta.

“Pangannya langsung dikumpulkan dan dimusnahkan di tempat. Itu langkah pertama untuk memberikan efek kerugian pada distributor. Kedua, mencegah kepada konsumen untuk mendapat atau membeli produk kadaluarsa,” Tutur Yoseph Nahak Klau, Senin (10/5/2021).

Selain melakukan pengawasan pada usaha ritel dan distributor, Balai POM Kendari juga melakukan pengawasan terhadap makanan takjil. 

Parameter pengujian takjil untuk mengetahui jika ada kandungan Methanil yellow, Rhodamin B, Borax dan Formalin. Sampel Takjil yang diuji terdiri dari es campur, pisang ijo, jalangkote, risoles, kue lapis, kerupuk berwarna dan lain-lain yang disajikan oleh para penjual. 

Untuk sampling takjil dilakukan pengujian menggunakan Tes Kit dalam Mobil Laboratorium Keliling Balai POM Kendari. 

Dari 208 sampel yang diambil dari tujuh lokasi di Sultra, tidak satupun yang mengandung bahan berbahaya yang dilarang untuk pangan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00