GeNose Berlaku 1 April, Pelabuhan Baubau Tunggu Arahan Kemenhub

Kepala Seksi Fasilitas Pelabuhan dan Ketertiban Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Baubau, Muchlis(Foto:RRI)

KBRN, Baubau: Satuan Tugas(Satgas) Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid-19, tertanggal 26 Maret 2021. Dalam SE tersebut salah satu yang diatur yakni GeNose C-19 dapat diterapkan di bandara dan pelabuhan mulai 1 April 2021.

Terkait itu, Kepala Seksi Fasilitas Pelabuhan dan Ketertiban Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan(UPP) Baubau, Muchlis mengakui pihaknya saat ini belum mempersiapkan penerapan GeNose di pelabuhan Baubau. Pihaknya masih menunggu arahan Kementrian Perhubungan(Kemenhub). 

"Kita masih menunggu instruksi dari pusat terkait surat gugus tugas Nasional itu. Tapi kalau sudah diinstruksikan maka kita akan tindak lanjuti untuk realisasi penerapan GeNose di pelabuhan,"kata Muchlis kepada RRI, Senin(29/3/2021). 

Terpisah, Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kendari wilayah Baubau, dr. Ricki mengakui sudah menerima surat edaran terbaru dari Satgas Penanganan Covid-19. Hanya saja pihaknya belum mendapat petunjuk dari Kementerian Kesehatan(Kemekes) soal teknis penerapan GeNose di pelabuhan dan bandara. 

"Karena alat(GeNose) itu harus ditaruh di pelabuhan dan bandara sesuai penerapan GeNose oleh PT KAI yang alatnya ditaruh distasiun kereta. Tapi itu bagaimana teknisnya? dan alat itu siapa yang adakan dan kapan? Itu belum kita tahu,"kata dr. Ricki dikonfirmasi RRI. 

Lebih lanjut dia juga menyarakan jika pengadaan alat GeNose tidak bisa hanya satu unit mengingat mobilitas penumpang kapal dan pesawat di Kota Baubau cukup tinggi. 

Selain itu kata Ricki, yang harus pula dipikirkan adalah siapa yang bertanggung jawab melakukan pemeriksaan GeNose. 

"Karena pemeriksaannya itu bukan lagi klinik seperti rapid antigen. Kemudian kalau mau suruh kami(KKP) yang periksa, itu tidak mungkin karena kami sangat terbatas personel,"tuturnya.

Sementara itu, Kepala PT Pelni Cabang Baubau, J.S Sitorus mengatakan selaku salah satu operator kapal pihaknya menyambut baik aturan pemberlakukan GeNose di pelabuhan sebagai salah satu alternatif pemeriksaan dini COVID-19 selain rapid antigen dan PCR. 

Untuk itu pihaknya berharap pemeriksaan GeNose bisa segera diterapkan di pelabuhan Baubau. 

"Karena ini juga dapat mengurangi beban biaya calon penumpang kami yang akan berangkat mengingat harga GeNose jauh lebih murah dari rapid antigen,"tuturnya.

Ia mengatakan, saat ini calon penumpang Pelni harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk berangkat karena biaya sekali pemeriksaan rapid antigen mencapai Rp 220 sampai Rp 250 ribu. Biaya itu menurutnya terbilang tinggi jika dibanding dengan biaya pemeriksaan GeNose hanya berkisar Rp 30.000 sekali pemeriksaan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00