Kain Tenun Kamohu Buton Tengah Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara Asrun Lio, Menerima Surat Keputusan Penetapan Kain Tenun Kamohu Buton Tengah Menjadi Warisan Budaya Tak Benda oleh Kemendikbud RI di Jakarta.

KBRN,Kendari: Kain Tenun Kamohu asal Desa Watarumbe kabupaten Buton Tengah, resmi ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI).

Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan Sertifikat WBTB oleh Sekjen Kebudayaan Kemendikbud RI kepada kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun Lio, di Jakarta.

“Sejak Tahun 2019 lalu, Pemprov Sultra telah mengusulkan delapan Warisan Budaya Tak Banda ke Kemendikbud RI. Namun setelah melalui pengkajian dan penelitian, diputuskan hanya satu jenis budaya yang dinilai layak dipertimbangkan yakni Kain tenun Kamohu,” ungkap Asrun Lio, Selasa (16/03/2021).

Asrun Lio menjelaskan, salah satu penilaian penting sehingga Kain Tenun Kamohu asal Buton Tengah ditetapkan menjadi WBTB karena sebagian besar masyarakat didaerah itu, merupakan perajin tenun tradisional.

“Kain tenun Kamohu dinilai tidak hanya berfungsi sebagai sarung, melainkan dapat difungsikan sebagai pakaian adat, apalagi memiliki beragam-ragam warna yang terbuat dari kapas,” terangnya.

Sejak Tahun 2013 hingga Tahun 2020, pemprov Sultra telah memiliki 13 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang telah ditetapkan pemerintah pusat yakni Tari Raigo, Kalosara, Kabanti, tari Lariangi, Kaghati, Mosehe, Lulo, Karia, Tari Linda, Kantola, Istana Malige Buton, Kaago-ago dan Kamohu. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00