Pemkot Baubau Akan Menata Kawasan Benteng Keraton, Kendaraan Warga Lokal Dilabeli Khusus

Kepala Bappeda Kota Baubau, La Ode Aswad (Foto:RRI)

KBRN, Baubau : Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) di tahun 2022 akan melakukan penataan terhadap kawasan benteng keraton eks Kesultanan Buton. Salah satu fokus dari penataan itu adalah secara bertahap akan dilakukan pembatasan kendaraan bermotor di dalam kawasan benteng.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Baubau, La Ode Aswad mengatakan  pemerintah akan memberikan label khusus kepada kendaraan milik warga yang bermukim di dalam benteng, sehingga masih dapat beraktifitas.

Sementara bagi para pengunjung atau keluarga akan memarkir kendaraannya ditempat parkir khsusus yang akan disiapkan pemerintah. Rencananya parkiran itu di lapangan sepak bola tana mandala yang lokasinya berada di bawah benteng keraton.

Kendaraan berukuran besar atau yang memuat alat-alat berat tidak lagi diizinkan melintas dalam kawasan ini. Aparat pemerintah yang berkantor di Palagimata pun akan melalui jalur STM (SMKN 2 Baubau).

“Kita buatkan stiker penanda bahwa motor ini rumahnya dalam benteng keraton, sehingga boleh masuk. Tetapi terhadap kendaraan-kendaraan yang mau ke tempat tertentu dan hanya melintas di benteng kita akan batasi. Kita akan buatkan portalnya, dan kita siapkan petugasnya,” jelas La Ode Aswad kepada RRI, Jumat (19/2/2021).

Untuk menjaga kelestarian rumah adat dan naturalnya pemukiman warga di dalam benteng, pemerintah akan membatasi pembangunan rumah berbahan beton. Rumah-rumah warga berbahan kayu diminta tetap dijaga kelestariannya.

“Disini pemerintah harus menjadi contoh. Kantor-kantor pemerintah maupun sekolah perlahan akan diganti dengan kontruksi kayu dan meninggalkan bahan Beton,” tambahnya.

Lebih lanjut Aswad mengatakan, dalam tujuan penataan kawasan benteng keraton untuk meningkatkan kunjungan wisatawan itu diperlukan kerjasama dan kolaborasi dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Soda Mparagigi (gotong-royong) melalui konsep Holistik, Integratif, Tematik dan Spasial.

“Semua OPD harus hadir. Bagaimana menyiapkan area parkir di luar kawasan, bagaimana menyiapkan kendaraan wisata di dalam kawasan benteng, bagamana mengedukasi masyarakat dalam benteng bahwa ini bukan pelarangan tapi pembatasan, bagaimana membuka ruang-ruang rest area dan UMKM sepanjang sesuai dengan aturan main Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB),” pungkasnya.

Aswad memastikan, penataan kawasan benteng terluas di dunia ini sejalan dengan arah RPJMD Kota Baubau, tahun 2022 mengusung tema Baubau yang Maju dan Berbudaya, sehingga difokuskan pada urusan Budaya dan Pariwisata.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00