Dikbud Baubau: Data Warisan Budaya untuk Dicatat sebagai KIK

Kepala Dikbud Baubau, La Ode Aswad (Foto RRI/Afrian Syah)

KBRN, Baubau: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau sedang mendata seluruh warisan budaya tak benda eks-Kesultanan Buton yang akan diusulkan ke Kementerian Hukum dan HAM untuk dicatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK). 

Kepala Dikbud Kota Baubau, La Ode Aswad mengungkapkan, pendataan warisan budaya dalam bentuk ekspresi budaya tradisional tersebut melibatkan masukan dari semua pemangku kepentingan. 

Hasilnya kata La Ode Aswad, ada ratusan ekspresi budaya tradisional terdata yang dibagi dalam 30 klasifikasi diantaranya tradisi lisan, sejarah lisan, ritual keagamaan, seni tari, seni musik, seni sastra, busana, dan kuliner. 

"Untuk sementara saat ini ada 30 klasifikasi ekspresi budaya tradisional yang kami data misalnya soal tradisi lisan cerita tentang Wa Ndiu-Dhiu. Termasuk, pesta adat, makanan, permainan rakyat dan masih banyak lagi,"ungkap La Ode Aswad kepada rri.co.id Selasa(28/6/2022). 

Sejauh ini menurut Aswad, warisan budaya eks-Kesulatan Buton masih terjaga dari klaim pihak lain. Meski begitu, pihaknya tak ingin hal itu terjadi dan untuk mencegahnya yakni melalui pencatatan KIK. 

Karena itu Aswad mengatakan, Dikbud Baubau akan secepatnya mengusulkan ekspresi budaya tradisional milik eks-Kesulatan Buton agar tercatat sebagai KIK untuk melindungi dari klaim pihak atau negara lain. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar