Lestarikan Budaya Buton, Dikbud Baubau Gelar Lomba Tradisional

Pembukaan Pekan Kebudayaan Permainan Tradisional yang turut dihadiri Sejumlah Forkopimda dan OPD Pemkot Baubau (Foto:RRI)
Ibu-Ibu Kelurahan Melai Menampilkan Salah satu permainan tradisional “Pebudo” saat pembukaan pekan kebudayaan (Foto:RRI)

KBRN, Baubau : Sebagai upaya menjaga dan melestarikan permainan tradisional yang makin tergerus zaman, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau dengan menggandeng pemuda keraton Kelurahan Melai menggelar pekan kebudayaan daerah lomba permainan tradisional.

Ada tiga jenis permainan yang diperlombakan yakni pelojo, pekatende, dan ase.

Sekretaris Dikbud Baubau, LM Arsal mengatakan kegiatan ini merupakan komitmen Dikbud untuk mengimplementasikan UU kemajuan kebudayaan yang juga merupakan bagian dari indeks pembangunan kebudayaan di Kota Baubau.

Disisi lain kata Arsal, kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat luas dan para pegiat budaya, para wisatawanpun baik domestik dan mancanegara dapat melihat langsung permainan tradisional ini.  

“Mari kita sama-sama memeriahkan dan memberikan support kepada anak-anak muda kita agar lebih mencintai budaya sebagai pewaris kebudayaan masyarakat Buton,” jelasnya, Senin (6/12/2021).  

Wali Kota Baubau, AS Tamrin melalui Asisten 3 Setda, Siti Munawar saat membuka pekan kebudayaan daerah di lapangan Kara, Kelurahan Melai mengatakan, kegiatan ini sangat tepat dilakukan karena permainan tradisional masyarakat Buton kini berada diambang kepunahan.

Generasi yang ada saat ini sebagai pemegang tongkat estafet sudah lebih akrab dengan permainan digital yang dimainkannya melalui gadget. Dampaknya, sudah jarang anak-anak mengetahui permainan tradisional.

“Dikbud Baubau telah melakukan peran yang sangat tepat dengan menggelar permainan tradisional ini. Diharapkan pekan kebudayaan daerah akan menjadi agenda rutin dan permainan tradisional ini lebih diperkenalkan lagi ke sekolah-sekolah,” kata Plt. Dinas Kesehatan Kota Baubau ini.  

Lanjut Siti, lomba permainan tradisional ini menjadi ajang bagi ajang orangtua untuk bisa mengenalkan lebih jauh kepada anak-anak bahwa kita punya permainan tradisional yang lebih mengarah pada hal-hal positif.  

Ketua panitia yang juga Kabid Kebudayaan Dikbud Baubau, Ninik Gustianingsih Ahmad mengatakan lomba yang akan berlangsung dari Senin-Kamis, 6-9 Desember 2021 ini akan dimeriahkan oleh puluhan peserta, permainan tradisional pelojo diikuti 32 tim, lomba ase 19 tim, dan lomba pekatende diikuti 36 orang, terdiri dari kategori dewasa dan anak-anak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar