Lewat Ritual Haroana Andala, Warga Bone-Bone Bersyukur Atas Hasil Laut

bahtera berisi makanan diangkut keatas kapal dan dibawa ke laut,(DOk.RRI)
Masyarakat di pesisir Bone-bone saat membacakan doa,(Dok.RRI).jpg

KBRN, Baubau : Ratusan  Warga Kelurahan Bone – bone Kecamatan Batupoaro Kota Baubau memadati Pesisir Pantai Morikana Bone-Bone demi ritual Haroana Andala di Pesisir Pantai Morikana Bone-bone.Kamis,(21/10/2021).

Haroana Andala merupakan warisan leluhur masyarakat Bone-bone sejak zaman dulu sebagai wujud syukur kepada sang pencipta atas limpahan rezeki dari hasil laut.

Tahun ini rangkain kegiatan berlangsung hikmat dan meriah karena ada beberapa hiburan tarian silat Balaba, Ekshibisi perahu Naga dan Perahu Layar, Lomba perahu sampan tradisional dan Pekande-kandea (makan bersama).

Acara juga disaksikan Sekretaris daerah Kota Baubau Roni Muchtar bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah sebagai tamu diundang.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bone-bone  Nurdin dalam sinopsisnya  menyebutkan Ritual tahunan tersebut telah rutin dilaksanakan turun-temurun oleh masyarakat nelayan  sebagai salah satu prosesi adat bernuansa syahadatain dan permohonan kepada Allah S.W.T dengan harapan dilimpahkan rahmat, keselamatan dan rezeki dalam mencari nafkah di laut.

Secara umum pelaksanaan ritual dilaksanakan dengan nuansa magis, diawali pemanjatan doa kepada sang pencipta, dilanjutkan dengan pembuatan ‘Bente’ (bahan baku dari padi) sebagai simbol tameng diri dari setiap nelayan dalam melaksanakan aktivitasnya di laut.

“Selanjutnya bahtera berisi bahan makanan diangkut keatas kapal dan dibawa ke laut  pantai Waara,”jelas Nurdin.

Ia berharap Pemerintah daerah melalui dinas terkait turut andil memperhatikan ritual tersebut  sebagai warisan leluhur, serta turut menjaga dan melestarikan budaya lokal sehingga mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menanggapi itu Sekda Baubau Roni Muchtar siap mendukung apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Dirinya berkomitmen akan mengemas  pelaksanaan Ritual sehingga lebih menarik menjadi suatu event wisata.

“Saya pikir yang positif itu harus kita amini, mendukung dan berperan terkait pelaksanaannnya (ritual haroana andala), Kita harus gencar promosikan,”tutur Sekda.

Sementara Lurah Bone-Bone Muhamad Firman mengungkapkan kegiatan ritual terlaksana dengan apik berkat partisipasi aktif seluruh pihak, mulai dari majelis taklim, LPM, karantaruna, RT/RW serta tokoh agama, nelayan dan masyarakat.

“Ritual ini sejak zaman dulu sudah dilaksanakan oleh masyarakat dan pemerintah kelurahan juga memfasilitasi,”kata Firman.

Sejauh ini penganggaran kegiatan ritual masih sangat terbatas. Agar lebih meriah,  warga juga urunan menyumbang sesuai keiklasan masing-masing.

“Warga di Bone-bone kurang lebih 7.000 di dominasi nelayan,”tutupnya.

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00