Jaring Atensi Masyarakat, Dikbud Baubau Gelar Sayembara Desain Patung Oputa Yi Koo

Dikbud Baubau Gelar Sayembara Desain Gambar Patung (Foto:IST)
Gubernur Sultra, Ali Mazi dan rombongan Saat Meninjau Calon Lokasi Pembangunan Patung Sultan Himayatuddin di Kotamara beberapa Waktu lalu (Foto:RRI

KBRN, Baubau : Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merencanakan pembuatan patung pahlawan nasional, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau  Oputa Yi Koo mulai dikerjakan pada tahun 2022 mendatang.

Mengawali proses pembangunan itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau resmi menggelar sayembara desain gambar patung Sultan Buton yang dua kali naik tahta itu.

Kepala Dikbud Baubau, Abdul Karim saat dikonfmasi RRI, Kamis (22/7/2021) membenarkan informasi sayembara yang mulai tersebar di berbagai media sosial itu.

Tujuan dilakukannya sayembara ini kata Karim sebagai upaya menggalang sebanyak mungkin masukan dari masyarakat terkait sosok Sultan bergelar La Karambau itu sebelum nantinya disepakati bersama dan dilakukan pembangunan fisik.

“Kita meminta masukan sebanyak mungkin untuk dijadikan bahan. Setelah itu kita adakan konsultasi publik agar tidak ada lagi yang mempertentangkannya. Pada saat dibangun nanti kita semua sudah menerima aspirasi dan masukan dari semua stakeholder,” jelasnya.

Sementara itu Gubernur Sultra, Ali Mazi saat meninjau kawasan Kotamara  Baubau sebagai calon lokasi pembangunan patung Oputa Yi Koo pada akhir Januari lalu menyebutkan, pembanguan patung Oputa yi Koo akan dilengkapi dengan museum.

Di musem itu pengunjung dapat mempelajari sejarah Buton, khususnya mengetahui kegigihan perjuangan Oputa yi Koo dalam melawan penjajah Belanda dengan bergerilya bersama para pengikut setianya.

“Sudah dianggarkan di APBD Provinsi, sudah OK. Masyarakat juga harus mendoakan karena ini untuk kepentingan anak bangsa khususnya bagi kita putra-putri daerah. Tidak mudah mendapatkan gelar pahlawan nasional, Oputa yi Koo ini diurus selama 23 tahun baru diberikan,” pungkas Gubernur.

Adapun ketentuan sayembara yang digelar Dikbud Baubau tersebut, dibuka untuk umum minimal berusia 17 tahun, satu orang mengirimkan satu desain patung, desain gambar patung untuh (seluruh tubuh), desain patung merupakan hasil karya sendiri, bukan plagiat dan tidak terkait hak cipta apapun yang akan dilamprkan dengan surat pernyataan bermaterai, dan sayembara dimulai 22 Juli hingga 12 Agustus 2021.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00