Oknum PNS Buton Tengah Tega Setubuhi Anak Kandung Hingga Hamil dan Melahirkan

Kapolres Baubau (tengah) saat rilis kasus Oknum PNS Buton Tengah Tega Setubuhi Anak Kandung Hingga Hamil dan Melahirkan,(Dok.RRI)

KBRN, Baubau : Perilaku tak pantas seorang ayah menodai anak kandungnya sendiri kembali terjadi di Kota Baubau tepatnya di Kecamatan Lealea.

JB belakangan diketahui menyetubuhi anak sulungnya yang masih duduk dibangku SMA sebut saja Mawar setelah  melahirkan seorang bayi laki-laki.

Aroma kejanggalan tercium pihak kepolisian setelah warga dibuat geger karena Mawar melahirkan tanpa ada pernikahan dan  suami.

Aparat Polsek Lea-lea Polres Baubau kemudian menginterogasi Mawar setelah menerima aduan masyarakat setempat, namun gadis berusia 17 tahun tersebut tetap bungkam.

Ibu korban bahkan tak tahu menahu anaknya mengandung selama sembilan bulan dan Ia pun geger saat anaknya mengeluh sakit dan  melahirkan di Kamar Mandi.

Mirisnya JB ayah korban merupakan oknum Pengawai Negeri Sipil  (PNS) aktif salah satu Dinas di Kabupaten Buton Tengah.

Bahkan saat anaknya melahirkan JB enggan mangaku kepada istri maupun pihak berwajib.

Kecurigaan Kepolisian semakin menjadi setelah mengetahui Mawar tak punya kekasih ataupun teman dekat lelaki.

Barulah setelah melewati proses Tes DNA atas inisiatif Kapolres Baubau AKBP Erwin Pratomo kemudian terungkap siapa gerangan ayah biologis dari Anak yang dilahirkan Mawar.

Hasil penyelidikan jajaran Reskrim Polres Baubau terungkap JB melakukan tindakan tak senonohnya pada Januari 2021 sekira pukul 14.00 Wita.

“Saat melancarkan aksinya JB hanya berdua bersama Korban, sedang istrinya berada di rumah  bibinya  begitupun sang adik korban asik bermain bersama teman-temannya,”ungkap Kapolres dalam rilisnya,Selasa,(9/8/2022).

Tak puas hanya sekali menggagahi anaknya, JB mengulang perbuatan biadabnya pada Februari di waktu yang sama pukul 14.00 wita. Kondisi rumah sepi, sang Ibu berada di rumah kerabatnya sedang adiknya bermain bersama rekan-rekannya.

“Usai melakukan tindakan asusila, dengan lisannya JB mengancam Korban untuk tidak memberitahu siapapun,”jelas AKBP Erwin.

Sembilan bulan berlalu tepatnya November 2021 Korban melahirkan bayi berjenis kelami laki-laki.

Kepolisian terus mendalami kasus sejak 14 Februari – 4 Agustus. Dimulai  dari pelimpahan laporan dari Polsek Lealea ke Unit IV PPA Polres Baubau hingga Tes DNA ke Laboratorim POLRI. Hasilnya  pembuktian secara ilmiah dan tidak terbantahkan secara genetic anak yang dilahirkan Korban adalah anak Biologis JB.

“Hasil DNA isinya valid dan tidak terbantahkan Putra Korban adalah anak bilogis tersangka JB,”tandasnya.

Hasil penyelidikan kepolisian terhadap Pelaku keinginan menyetubuhi anaknya murni karena nafsu belaka bukan karena menonton film dewasa. Pelaku pun mengaku memiliki hubungan harmonis bersama sang istri.

Sementara Korban saat ini tengah dalam pemulihan psikologis oleh UPTD PPA Baubau begitupun dengan Ibu Korban masih dalam pemulihan pasca trauma mengetahui fakta perbuatan bejat sang suami terhadap anak mereka. Sedangkan  bayi laki-laki Korban tetap diasuh oleh anggota keluarga tersebut.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Poires Bau Bau dan pelaku akan dikenakan sangsi sesuai Pasal 76 D Jo 81 Ayat (1). (3) UU RI NO 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pengganti UU RI   Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang Ancaman Hukuman dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000 000 (lima milyar rupiah). Serta sebagaimana dilakukan oleh orangtua pidananya di tambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman.

Dalam delapan bulan terahir terhitung sudah dua kali terjadi kasus persetubuhan ayah terhadap anak kandungnya. Lokasinya pun sama berada di Kecamatan Lealea.

Kapolres memberikan atensi penuh terhadap kasus kekerasan asusila yang marak terjadi di Kecamatan tersebut.

Selain bekerjasama dengan unit PPA lewat MoU agar lebih meningkatkan upaya pencegahan kasus di Kota Baubau,  dirinya mengimbau kepada orang tua agar meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anaknya dan lebih meningkatkan iman dan taqwa agat selalu diberikan akal sehat menjauhi tindakan asusila apalagi terhadap anggota keluarga sendiri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar