10 Terdakwa Kasus Penghasutan di Kendari Divonis Bebas

Andre Darmawan

KBRN,Kendari: Kuasa Hukum sepuluh terdakwa kasus penghasutan hingga memicu kericuhan dalam pawai budaya ‘Tolaki Mepokoaso‘ beberapa bulan lalu, Andre Darmawan,SH.MH mengatakan, pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kendari memvonis bebas para terdakwa tersebut karena dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pasal 160 KUHP, tidak terbukti mereka melakukan perbuatan penghasutan.

Selain itu lanjut Andre, terkait senjata tajam (Sajam) berdasarkan bukti-bukti fakta persidangan dan keterangan saksi ahli maupun bukti-bukti lain, para terdakwa ini tidak terbukti melakukan penghasutan.

“Kemudian juga masalah Sajam, berdasarkan bukti-bukti fakta persidangan dan keterangan saksi ahli maupun bukti-bukti lain, itu tidak terbukti bahwa para terdakwa melakukan penghasutan,”ungkap Andre Darmawan

Lebih lanjut Andre Darmawan, pihaknya selaku kuasa hukum para terdakwa sejauh ini belum mengetahui apakah JPU akan melakukan upaya hukum kasasi atas vonis bebas Majelis Hakim PN Kendari itu.

Andre Darmawan menambahkan, sangat mengapresiasi kepada Majelis Hakim PN Kendari yang memutus perkara ini berdasarkan fakta, karena dalam fakta-fakta persidangan tidak ada yang membuktikan atau menunjukan bahwa para terdakwa bersalah telah melakukan penghasutan.

Adapun 10 terdakwa yang dalam persidangan di PN Kendari pada rabu pekan lalu divonis  bebas  yakni, Ahmad Baso, Khalid Usman, Alex Pangaibali, Muhamad Safar. Selain itu, Arman Paratukala, Jefri Rembasa, Aguslan, Ramdhan Nopersa, Agus Supriyadin serta Nuryadin Meronda.

Sebelumnya sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) menggelar pawai budaya bertajuk ‘Tolaki Mepokoaso’ pada tanggal 16 Desember 2021 lalu di Kota Kendari.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar