Polisi Ungkap Identitas Mayat di Teluk Kendari

Mayat mengapung di Teluk Kendari Teridentifikasi bernama La Ode Atmon

KBRN,Kendari: Warga Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) digegerkan dengan penemuan mayat.

Mayat yang belakangan diketahui berjenis kelamin pria itu ditemukan didekat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) kawasan Teluk Kendari pada Selasa (17/5) pagi sekitar pukul 06.30 wita.

Menurut keterangan warga setempat yang bernama Haji Ali, mayat itu pertama kali dilihat oleh anak buahnya yang mengurusi kapal penangkap ikan miliknya.

"Anggotaku yang jaga kapal, pas mau antar anakku ke sekolah, tiba-tiba dia kasih tahu saya kalau ada mayat didekat kapal," ungkap Haji Ali, Selasa (17/5/2022).

Terkait hal ini, Kapolsek Abeli AKP Muhammad Ady Kusuma mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 06.45 wita.

Ia menduga, mayat tersebut telah berusia tiga hari karena kondisinya yang telah membusuk.

"Anggota sudah dikerahkan menuju ke lokasi. Mayat langsung dievakuasi oleh tim Dokter Kepolisian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari," kata Ady.

Sementara itu, Kapolresta Kendari Kombes Pol Eka Muh. Eka Fathurrahman menjelaskan, mayat tersebut teridentifikasi bernama La Ode Atmon, lahir di Desa Mabolu Kecamatan Lohia kabupaten Muna 25 Desember 1995, pekerjaan tidak ada dan beralamat di jalan Mabolu kelurahan Gunung Jati Kecamatan Kendari kota Kendari.

“Berdasarkan kronologis penemuan, pada hari Selasa (17/5/2022) sekitar jam 06.30 wita, saksi Lelaki Wawan (24) Pekerjaan ABK Kapal ikan beralamat di jalan Dermaga kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari, akan menuju rumah pak haji Alimudi. Pada saat akan naik rakit yang berada disamping kapal ikan KM. Jaya Manggala, Wawan melihat mayat yang terapung di laut, kemudian Lelaki Irfan dan langsung menghubungi Polsek Abeli,” terang Kapolresta Kendari.

Kapolresta mengungkapkan, setelah laporan masuk, gabungan polsek kawasan, Polsek Abeli dan Pol Airud  mendatangi TKP dan mengevakuasi korban menggunakan mobil ambulance ke rumah sakit Bhayangkara Kendari untuk menjalani Visum.

“Menurut keterangan saksi Aldian (20) selaku ( teman korban) berprofesi sebagai buruh beralamat di jalan Mabolu Kelurahan Gunung Jati Kecamatan kendari Kota Kendari, pada Sabtu (14/5/2022) sekitar jam 03.00 wita, bersama korban (La ode Atmon) dan lelaki La Siri pergi ke pelelangan ikan untuk mengambil solar diatas kapal yang berlabuh ditengah laut dengan cara menggunakan rakit,” ujar Eka.

Kapolresta melanjutkan, setelah saksi Aldian, La Ode Atmon dan La Siri naik diatas kapal, lalu La siri turun ke ruang mesin untuk menghisap solar dengan menggunakan selang, namun solar tidak bisa keluar.

“Kemudian Saksi Aldian, Laode Atmon dan Lasiri kembali ke pelelangan ikan dengan rakit, tapi pada saat ditengah perjalanan ada orang yang berteriak " pencuri" lalu saksi Aldian, Laode Atmon dan Lasiri terjun ke laut untuk berenang menyelamatkan diri. Akan tetapi saksi Aldian tertangkap warga sedangkan Laode Atmon dan Lasiri berenang menuju lelang,” papar Kapolresta Kendari.

Saat ini, korban Laode Atmon masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, sementara keluarga korban masih menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab kematian Laode Atmon.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar