Polda Sultra Keluarkan Maklumat Larangan Bawa Sajam, Pelaku Bisa Terancam 10 Tahun Penjara

KBRN, Kendari: Guna meminimalisir terjadinya tindak pidana kejahatan di masyarakat, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara mengeluarkan Maklumat larangan membawa senjata tajam (sajam). 

Maklumat dengan nomor MAK/01/XII/2021 berisi empat butir, ditandatangani oleh Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol Teguh Pristiwanto.

Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara Kombes Pol Ferry Walintukan menjelaskan, secara umum isi maklumat tersebut melarang masyarakat atau organisasi tertentu untuk membawa senjata tajam. Apalagi sampai membawanya pada saat unjukrasa.

“Maklumat ini dibuat berdasarkan Undang-Undang Darurat nomor 12 Tahun 1951, pelaku yang kedapatan membawa, menyimpan, mengangkut serta menguasai senjata tajam disa dipidana kurungan penjara setinggi-tingginya 10 tahun,” Ujar Kombes Pol Ferry Walintukan, Selasa (25/1/2022)

Dirinya menambahkan, masyarakat yang kedapatan membawa senjata tajam yang tidak digunakan sebagai mana mestinya Polda Sultra langsung menindak tegas dan akan memporses sesuai hukum yang berlaku. 

Dijelaskan, masyarakat bisa membawa senjata tajam jika digunakan untuk pekerjaan seperti Bertani. Selain itu, membawa senjata tajam juga diperbolehkan jika digunakan untuk kepentingan proses perkawinan dan kegiatan adat yang memang konteksnya harus dilengkapi dengan senjata tajam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar