Sudah Tersangka, Kadis ESDM Sultra Belum Diperiksa

KBRN,Kendari: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) belum memeriksa Kepala Dinas (Kadis) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra Andi Azis, yang telah ditetapkan sebagai tersangka baru atas kasus dugaan korupsi tambang  nikel PT Toshida Internasional di kabupaten Kolaka.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sultra, Setyawan Nur Chaliq mengungkapkan, Andi Azis terjerat dalam kasus dugaan korupsi penggunaan kawasan hutan dan penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Toshida Indonesia yang beroperasi di Kabupaten Kolaka.

“Penetapan tersangka terhadap Andi Azis didasarkan pada dua alat bukti yang cukup dan mekanisme laporan perkembangan penyidikan serta ekspose perkara,” ungkap Setyawan Nur Chaliq, Selasa (7/12/21) .

Menurut Setyawan, Peran tersangka adalah selaku kepala dinas ESDM yang menetapkan RKAB atau Rencana Kerja dan Anggaran Biaya PT Toshida Indonesia.

“Tahun 2019 lalu, Andi Azis menjabat Plt. Kadis ESDM memberikan persetujuan RKAB tanpa terpenuhinya PNBP atau Penerimaan Negara Bukan Pajak,” terangnya.

Dalam persetujuan RKAB itu, diduga kuat adanya gratifikasi atau pemberian sesuatu dari pihak perusahaan kepada kepala Dinas ESDM.

Sebelumnya, Andi Azis, beberapa kali menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas kasus korupsi PT Toshida Internasional, namun kini ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, Kejati Sultra juga telah menetapkan empat orang menjadi yakni Laode Sinarwan Oda sebagai Direktur Utama PT Toshida Indonesia, Yusmin sebagai mantan Plt. Kabid Minerba, Umar selaku General Manager PT Toshida Indonesia, dan Buhardiman sebagai mantan Plt. Kadis ESDM Sultra.

Berdasarkan hasil audit yang dikeluarkan BPKP Perwakilan Sultra, terdapat dugaan penyimpangan dan kerugian keuangan negara sebesar Rp 495 Miliar lebih dari aktivitas terlarang PT Toshida Indonesia. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar