Bapas Baubau Sebut Anak Berhadapan dengan Hukum Cukup Tinggi

Foto:FB Bapas Baubau

KBRN, Baubau : Balai Pemasyarakatan (Bapas) kelas II Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebutkan jumlah anak berhadapan dengan hukum (ABH) diwilayah kerjanya cukup tinggi.

Kepala Bapas Baubau melalui pembimbing kemasyarakatan Chandra saat advokasi kebijakan dan pendampingan pemenuhan hak anak di aula Palagimata (23/11) menyebutkan, dalam setahun anak berhadapan dengan hukum selalu diatas 100 kasus.

Khusus ditahun 2021 hingga awal November  angka tersebut sudah 99 kasus, sementara ditahun 2020 lalu, jumlahnya lebih banyak yakni 208 kasus.

“Tahun 2021 khusus Baubau ada 27 anak,”tutur Chandra.Selasa,(23/11/2021).

Ditahun 2021, lanjut chandra khusus Kota baubau saja ada 27 kasus anak berhadapan dengan hukum 72 sisanya berasal dari beberapa 8 kabupaten lainnya.

Ia mengaku Tupoksi Pambibing kemasyarakata  melakukan pendampingan saat pemeriksaan baik dikepolisian hingga saat persidangan. Persoalan yang dihadapi adalah  kekurangan pegawai untuk mengoptimalisasikan pembimbingan disembilan willayah kerjanya, serta kekurangan tenaga profesional khusus menangani permasalah anak.

“Permasalahannya kami mempunyai keterbatasan, baik dari segi kompetensi maupun SDM,”tambahnya.

Chandra menyebutkan,  rata-rata anak berhadapan dengan hukum diwlayah bapas baubau karena tidak tercukupi kebuthan hidupnya mulai dari kebutuhan dasar seperti kasih sayang orang tua hingga kecukupan kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu salah satu konselor keluarga di Puspaga Baubau Bidang Tumbuh Kembang Anak dan Harmonisasi Suami Istri Ainun Zaujah menyebutkan, anak yang kurang kasih sayang sejak kecil dan tidak mendapat perhatian serta kerap mendapat kekerasan berpeluang menjadi kriminal dimasa mendatang, sehingga pola asuh orang tua sangat menentukan masa depan anak.

“Mari memutus rantai pengasuhan yang tidak baik agar anak cucu kita tumbuh dan berkembang dengan optimal dengan penuh cinta dan kasih sayang,”pesan Ainun.

Ainun mengaku, di kota Baubau sendiri tenaga konselor maupun psikolog sangat minim, sehingga pembinaan anak butuh perhatian seluruh pihak utamanya pola pembinaan dalam keluarga itu sendiri.

Diketahui Balai Pemasyarakatan Kelas II Baubau melaksanakan administrasi ketatausahaan dan tugas teknis pembinaan dan bimbingan klien pemasyarakatan di sembilan   wilayah kerja mulai Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Utara, Buton Tengah, Buton Selatan, Wakatobi, Muna, Muna Barat dan Bombana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar