Kasus Dokumen Keberangkatan Ilegal berlanjut, Polres Baubau Periksa 23 Penumpang

Kapolres Baubau saat berinteraksi bersama Korban Dokumen Keberangkatan Ilegal,(Dok.RRI).jpg

KBRN, Baubau : Dua puluh tiga penumpang yang dipulangkan dari Kota sorong Provinsi Papua Barat karena menggunakan dokumen ilegal akhirnya dimintai keterangannya di Reskrim Polres Baubau.

Puluhan penumpang yang dipulangkan Gugus Tugas Covid 19 Kota Sorong itu tiba di Pelabuhan Murhum Senin (2/8) malam.

Dari 26 penumpang 3 (tiga) diantaranya positif covid 19 sehingga menjalani isolasi.

Kapolres Baubau AKBP Rio Tangkari dalam  keterangannya mengungkapkan, pihaknya masih meminta keterangan dari ke 23 saksi dokumen palsu tersebut, pihak kepolsiain akan mendalami modus dan proses mereka memperoleh surat vaksin dan antigen palsu.

“Setelah hasil pemeriksaan tuntas, seluruhnya bakal dipulangkan ke kampung halaman,”kata Kapolres.Selasa,(3/8/2021).

Rata-rata dari korban tersebut berasal dari beberapa kabupaten/kota di kepulauan buton.

Selain keterangan ke 23 korban, polisi akan kembali mendalami pelaku lainnya AM honerer KKP Baubau yang sedang menjalani isolasi.

Dari keterangn seluruhnya bakal disimpulkan apakah menyeret oknum lainnya atau tidak.

Melihat kodisi korban para calon, Kapolres berpesan kepada seluruh masyarakat diwilayah hukumnya agar menaati seluruh persyaratan keberangkatan yang telah ditetapkan pemerintah dimasa pendami, karena akibatnya bisa fatal dan menyeret sispa saja ke ranah hukum. Disamping itu aturan dokumen perjalanan ketat sebagai upaya pemerintah memutus mata rantai covid 19 yang sedang mewabah di tanah air.

“Saya harap tidak ada lagi kasus seperti ini, saya harap pelaku perjalanan mematuhi prosedur, kalau memang harus vaksin ya divaksin, begitupun swab. Karena dokumen palsu akan membuang banyak uang dan kondisi tubuh dipastikan tidak dalam keadaan sehat, jadi rugi dua kali,”harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00