Begini Kronologi Dokumen Keberangkatan Ilegal Melibatkan Pemilik Konter dan Oknum Honorer KKP Baubau

Pelaku AR dan LH saat digiring jajaran polres Baubau,(Dok.RRI).jpg
Barang Bukti Kasus DOkumen keberangkatan ilegal,(Dok.RRI).jpg
Kapolres Baubau Saat Interaksi dengan Pelaku AR,(Dok.RRI).jpg

KBRN, Baubau : Setelah mendapatkan keterangan dari AR (40) Pelaku pembuat dokumen keberangkatan Palsu, Polres Baubau akhirnya  mengamankan dua tersangka lainnya yakni LH (33) pemilik rental di kelurahan Kadolomoko dan AM (28) salah satu pegawai honorer di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)  Baubau.Sabtu,(31/7/2021).

Ketiganya diamankan lantaran surat keterangan vaksinasi dan antigen palsu yang digunakan 26 penumpang Kapal KM Sinabung tujuan Sorong Provinsi Papua Barat pada 27 Juli 2021.

Berdasarkan keterangan Polisi, ketiganya memiliki peran berbeda, LH  bertugas membuatkan surat vaksinasi dengan cara menscan, sedangkan AM berperan memuluskan proses pemeriksaan di Pelabuhan saat ke 26 penumpang itu berangkat dari Palabuhan Murhum Baubau.

“Awalnya 16 Juli Salah satu penumpang tujuan sorong Iwan menghubungi AR meminta menguruskan tiket, surat keterangan antigen dan vaksinasi sebanyak 21 orang dan  AR setuju dengan biaya Rp 1,2 Juta per penumpang,”jelas Kapolres Baubau AKBP Rio Tangkari dalam rilisnya.

Beberapa hari kemudian, Iwan kemudian setuju dan mentransfer uang sejumlah RP 24 juta ke Rekening pelaku.

Pada 22 Juli  AR menghubungi LH, meminta dibuatkan 26 kartu vaksinasi. LH  sanggup dan langsung membuatkan surat keterangan palsu dengan melakukan pengeditan sesuai dengan nama dan NIK KTP calon penumpang lalu diprint dan diserahkan ke AR. Setiap lembar surat vaksinasi dinilai Rp 30 ribu.

“Kamis 23 Juli  AR menghubungi AM menyamaikan telah membuat Aplikasi EHAC terhadap ke 10 calon penumpang. Kemudian dikirim ke Pelaku AM. Sisanya dibawa AR Ke pelaku AM di Kantor KKP”lanjut Kapolres.

Setelah Aplikasi itu jadi, AM langsung memprint surat keterangan antigen dan diserahkan kepada AR.Selanjutnya AR bergegas ke Kantor Pelni membeli Tiket untuk ke 26 penumpang.

Di tanggal 24 Juli, AR memberikan seluruh  tiket penumpang beserta  kartu vaksinasi serta surat keterangan antigen kepada Iwan.

“Dari dugaan perbuatan ilegal tersebut, total keuntungan yang diperoleh para pelaku sebesar Rp11.720.000, diluar biaya tiket,”tambahnya.

“26 calon penumpang yang dibuatkan suket rapid antigen, dan kartu vaksinasi, tanpa melakukan swab antigen, ataupun suntik vaksin, dan seolah-olah kartu tersebut digunakan sebagaimana kartu aslinya,” sambung Kapolres.

Akibatnya, 26 penumpang tujuan Sorong tersebut, kabarnya bakal dipulangkan ke pelabuhan Baubau.

“Kami sudah melakukan penyitaan barang bukti, dan mengamankan dua pelaku. Pelaku lainnya, AM, sementara melakukan isolasi mandiri, karena pada saat akan dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan dinyatakan positif covid-19, ini kami lakukan dua kali tes swab antigen, dilakukan oleh petugas KKP.  Kami swab kembali di rumah sakit Bhayangkara, dan hasilnya juga positif,” urai Kapolres.

Dari  hasil penyelidikan dan penyidikan, ditemukan satu orang petugas KKP yang terlibat. Pelaku AM juga menerima keuntungan sebesar Rp 200.000 per calon penumpang.

“Sementara yang kami ungkap pelaku baru pertama kali melakukan, dan bukti pendukung yang kuat, baru kali ini. Namun akan kita dalami kalau memang peristiwa-peristiwa serupa pernah dilakukan sebelumnya, akan kita gali lebih dalam,”tandasnya.

Pelaku beserta barang bukti 1 (satu) unit laptop, sebuah  printer, uang tunai Rp 11.720.000, foto copy surat keterangan rapid antigen dan foto copy kartu vaksin ditahan di Mapolres Baubau.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ketiga pelaku akan dikenakan Pasal 266 KUHP dan 263 ayat 1 KUHP, Pasal 55 dan 56, dengan ancaman pidana penjara diatas 5 (lima) tahun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00