Kejari Baubau Segera Tetapkan Tersangka Kasus Pasar Palabusa

KBRN, Baubau: Kejaksaan Negeri(Kejari) Baubau tengah menyidik dugaan korupsi pembangunan pasar Palabusa. Bahkan dugaan korupsi proyek tahun anggaran 2017 itu sudah dinaikkan statusnya dari tahap penyelidikan ke penyidikan. 

Kepala Kejari Baubau, Jaya Putra mengungkapkan pihaknya juga sudah mengantongi calon tersangka pada kasus tersebut. Penetapan tersangka dalam kasus itu tinggal menunggu perampungan hasil perhitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). 

"Kita tinggal menunggu sedikit hasil pemeriksaan resmi dari BPKP, setelah itu baru kita tetapkan tersangka.Yang jelas (calon) tersangka sudah ada di kami,"ungkap Jaya Putra, dalam konferensi pers peringatan Hari Bhakti Adhiyaksa ke-61 Kamis (22/7/2021). 

Kasi Pidsus Kejari Baubau, Muhamad Heriadi menambahkan, sejauh ini pihaknya sudah memeriksa dan meminta keterangan sebanyak 37 saksi dalam kasus pasar Palabusa tersebut. Dua diantaranya merupakan saksi ahli.

Namun demikian kata dia, untuk lebih detailnya kronologi kasus dugaan korupsi Pasar Palabusa tersebut termasuk dengan nilai kerugian negara, akan disampaikan pada saat penetapan tersangka. 

"Nanti lebih mendalam ketika penetapan tersangka baru dijelaskan karena sekarang penyidikan belum selesai. Ketika (sudah) penetapan tersangka baru kita sampaikan posisi kasus Pasar Palabusa ini,"ungkap Heriadi. 

Selain proyek pasar Palabusa, kata Heriadi, pihaknya juga sedang menyidik kasus dugaan korupsi pengelolaan uang retribusi pasar Wameo Kecamatan Batupoaro. Tahapannya pun sudah masuk penyidikan. 

Sejauh ini kata dia, ada sekira 20 saksi yang sudah dimintai keterangannya dalam dugaan korupsi pengelolaan uang retribusi pasar Wameo. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00