Terus Bertambah, 13 Pelapor Korban Predator Anak di Busel Sudah di BAP

Korban Predator Anak (Foto:IST)

KBRN, Baubau : Kasus predator seksual terhadap anak di bawah umur terjadi di Desa Tira, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ironisnya jumlah korban mencapai 20-an orang yang seluruhnya adalah anak lelaki yang masih mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Seksi Humas Polres Buton, IPTU Suwoto saat dikonfirmasi RRI, Senin (21/6/2021) mengatakan, tindakan amoral yang dilakukan olah pelaku sudah terjadi tahunan namun baru terungkap setelah ada korban yang melaporkan kepada orangtuanya.

Mengetahui hal itu orang tua korban langsung mendatangi Mapolsek Sampolawa. Pasca masuknya laporan, satu per satu orang tua ikut datang melapor bahwa anaknya juga menjadi korban.

Suwoto mengatakan pelaku berinisial FU telah tertangkap dan saat ini mendekam di sel tahanan Mapolres Buton. Kasus inipun kini sudah dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Buton.

“Yang melapor sekitar 20-an orang, untuk hari ini yang menyelesaikan BAP itu baru sekitar 13. Kasus ini masih mengalir termasuk pelapor. Kasus ini sudah terjadi dari tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.  

Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kementerian Sosial Wilayah Kerja Dinas Sosial Buton Selatan, LM Yamin mengaku prihatin karena menambah deretan kasus kekerasan terhadap anak.

Yamin mengatakan pihaknya bakal melakukan penjangkauan terhadap para korban agar segera dilakukan pendampingan dan pemulihan kejiwaan dari rasa trauma.

Bersama penyidik Kepolisian tambah Yamin akan dilakukan asesmen terhadap korban untuk mengetahui sejauh mana kekerasan yang dialami termasuk menanyakan kebutuhan korban untuk segera dilakukan interfensi.

“Kalau ada yang trauma kita bisa hadirkan psikolog. Jika nanti dibutuhkan tindak lanjut kita akan rujuk ke Balai Minaula Propinsi Sultra di Kendari.  Kita sudah koordinasi, untuk melakukan penanganan terhadap anak korban,” pungkasnya.

Yamin menambahkan, terungkapnya kasus ini menjadi PR buat para orang tua agar lebih perhatian lagi terhadap anak-anaknya. Orang tua harus terus mengedukasi anak-anak mengenai batasan bergaul dan potensi tindak kekerasan yang merugikan dan berkaitan dengan pelanggaran hukum.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00