Penerimaan Pajak Baubau Naik Berkat KPK

KBRN, Baubau: Badan Pengelola Keuangan, Aset dan Pendapatan Daerah (BPKAPD) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak hingga oktober 2020 mencapai Rp 23,3 miliar. 

"Realisasi penerimaan pajak ini mengalami kenaikan 21,43 persen dibanding 2019 hanya sebesar Rp 19,2 miliar pada periode yang sama sampai oktober,"ungkap Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah BPKAPD Baubau, Jusmin Anwar dalam keterangannya, Sabtu(27/11/2020). 

Jusmin menyebutkan penyumbang PAD terbesar dari 8 jenis pajak yang dikelola BPKAPD ada 4 jenis pajak meliputi pajak restoran mencapai Rp 3,61 miliar, pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Rp5,9 miliar, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)  Rp 4,9 miliar dan pajak penerangan jalan 7,68 miliar. 

Salah satu pemicu kenaikan penerimaan pajak itu menurut dia, karena telah terpasangnya alat perekam pajak seperti disejumlah restoran sebagaimana yang direkomendasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna mengoptimalkan PAD. 

"Kami dari BPKAPD Kota Baubau khususnya bidang PAD sangat berterima kasih kepada tim Korsupgah KPK. Karena berkat bantuan mereka sehingga optimalisasi PAD bisa kita tingkatkan, "ungkapnya.

Meski begitu Jusmin mengaku, ada 4 jenis pajak lainnya yang penerimaanya tidak maksimal. Tetapi ini dipicu karena pandemi Covid-19. Meliputi pajak hotel realisasinya baru Rp 480 juta hingga oktober, pajak hiburan Rp 317 juta, dan pajak parkir Rp 102 juta. 

"Sedangkan pajak reklame realisasinya baru Rp 278 juta hingga oktober. Namun untuk jenis pajak ini, kami sudah turun jemput bola menemui para penyelenggara reklame yang habis masa pajaknya agar mereka membayar kembali, "ungkapnya.

Untuk terus mengoptimalkan PAD demi pembangunan daerah Jusmin juga meminta kepada wajib pungut pajak yang telah dipasang alat rekam pajak agar maksimal menggunakannya dalam artian semua transaksi pelanggan harus di input melalui alat itu. 

"Dan bagi pelanggan hotel atau restoran tidak diberikan struk atas pembeliannya, maka jangan bayar. Supaya ketahuan wajib pungut pajak yang tidak menggunakan alat itu, "tegasnya.

Sampai saat ini kata Jusmin, alat rekam pajak sudah terpasang sebanyak 114 unit tersebar disejumlah restoran, hotel, tempat hiburan, dan tempat parkir. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00