Pemkot Baubau Dorong Ratusan Pedagang Pasar Tradisional Transaksi Berbasis Digital

pemerintah kota Baubau meresmikan elektronifikasi pembayaran pajak dan retribusi daerah.jpeg

KBRN, Baubau : Dimasa Pandemi transaksi keuangan berbasis  digital menjadi salah satu  alternatif aman bagi masyarakat untuk agar  terhindar dari penularan virus covid 19.

Transaksi keuangan secara cashless atau non tunai juga bagian dari perwujudan Kota Pintar atau Smart City yang kini tengah diupayakan Pemerintah Kota Baubau.

Langkah awal pemerintah daerah meresmikan elektronifikasi pembayaran pajak dan retribusi  daerah, lokusnya pasar Wameo sebagai pilot project. Program tersebut Bernama S.I.A.P QRIS. Rabu,(29/6/2022).

S.I.A.P artinya Siap,Inovatif dan aman Pakai sedangkan  Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Baubau La Ode Ali Hasan menyebutkan jumlah Kios tersebar di tiga pasar mulai dari Pasar Wameo, Karya Baru dan Lowu-Lowu terdata 546 Kios, 215 Los sementara pedagang harian sejumlah 867.

Dikatakan Ali Hasan, selama ini seluruh pedagang membayar pajak dan retribusi secara tunai, namun kedepan diharapkan dapat bertransaksi secara digital.

“Tujuannya transaksi digital tentu akan mengurangi resiko kehilangan uang dan terpenting meningkatkan kepastian dan ketepatan waktu dalam pembayaran retribusi,”jelasnya.

Ia berharap agar program SIAP QRIS dapat menjadi momen untuk mempersiapkan pasar  tradisional  dalam memasuki era digital demi percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar