Minyak Goreng Subsidi di Baubau Terjual 35 Ton Sepekan

Kepala Disperindagperin Baubau, La Ode Ali Hasan(Dok.RRI)

KBRN, Baubau: Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagperin) Kota Baubau mencatat kurang lebih 35 ton atau setara 35 ribu liter minyak goreng subsidi di Baubau laku terjual dalam sepekan sejak pemerintah mengeluarkan aturan untuk menjual minyak goreng kemasan dengan harga seragam Rp 14.000 per liter per 19 Januari 2022.

Kepala Disperindagperin Baubau La Ode Ali Hasan mengungkapkan, minyak goreng subsidi disalurkan pemerintah disemua ritel modern. Untuk di Baubau, minyak goreng murah tersedia di Hypermart dan semua gerai Alfamidi. 

"Stok kebutuhan (minyak goreng-red) di Baubau 150 - 200 ton perbulan. Sekarang yang sudah tersalurkan berdasarkan data kami melalui ritel modern dalam rangka subsidi sudah ada kurang lebih 35 ton,"ungkap La Ode Ali Hasan kepada rri.co.id ditulis Kamis(27/1/2022). 

Meski begitu kata Ali, jumlah minyak goreng subsidi yang terjual belum mencukupi kebutuhan warga. Sebab pembeli bukan hanya dari Baubau, melainkan dari daerah tetangga.

Namun Ali meminta masyarakat tidak perlu resah, sebab pihaknya memastikan sampai enam bulan ke depan stok minyak goreng subsidi masih aman. 

Pihaknya juga mengimbau masyarakat tidak perlu membeli dengan cara-cara memborong. Untuk mengantisipasi itu, pihak ritel modern kini membatasi maksimal pembelian satu kemasan minyak goreng atau ukuran dua liter untuk tiap warga. 

"Yang jelas sampai enam bulan kedepan minyak goreng subsidi disiapkan pemerintah pusat setiap bulannya 250 juta liter seluruh Indonesia,"katanya.

Dalam rangka stabilisasi harga ini, pihaknya memperkirakan harga minyak goreng di Baubau akan kembali normal paling lama Februari 2022. Saat ini kata Ali, harga minyak goreng disejumlah pasar tradisional masih bertahan dikisaran Rp 19.000 - Rp 21.000 ribu per liter untuk berbagai merk. 

"Perkiraan kami harga minyak goreng di Baubau akan normal paling lama Februari ini setelah akan masuknya stok minyak goreng yang ditangani Bulog yang pada waktunya akan disalurkan di pasar-pasar tradisional,"pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar