Ahmad Monianse Harap Perbankan Beri Peluang Besar Pelaku Usaha

Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse bersama Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi dan Para Komisaris Bank Pembangunan Daerah Wilayah Timur Indonesia (Foto:RRI)

KBRN, Baubau : Plt. Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse berharap perbankan mampu membuka peluang yang lebih besar kepada pelaku usaha.

Peluang sebesar-besarnya yang diperuntukan dalam pengembangan usaha itu dapat berupa dana kredit atau penyediaan dana lain yang baru khususnya debitur yang terkena dampak covid-19, termasuk bagi debitur UMKM yang saat ini dianggap dapat memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi di daerah.

Hal itu diungkapkan Monianse saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah (FKDK BPD) se-Indonesia Timur Yang dipusatkan di Baubau, Selasa (25/1/2022).

Monianse menyebutkan, setelah dua dekade menjadi daerah otonom, Kota Baubau berkembang cukup pesat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,90 poin dan belanja APBD tahun 2022 mencapai satu triliun empat puluh lima miliar rupiah.

Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 telah mencapai minus 0,81 persen yang sebelumnya tahun 2019 mencapai 6,59 poin. Hal ini, sebagai dampak dari pandemi covid-19.

“Dari kondisi Kota Baubau tersebut memberikan gambaran bahwa dengan perlambatan sektor perekonomian daerah dimasa pandemi Covid-19 menjadi penting untuk segera dilakukan langkah-langkah percepatan pemulihan ekonomi,” jelas Monianse .

Salah satunya melalui kemitraan dengan perbankan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan ekonomi sebagai salah satu lembaga keuangan yang memiliki peran strategis, lembaga intermediasi.

Fungsi intermediasi tersebut dilakukan dengan cara menyalurkan dana dalam bentuk kredit kepada dunia usaha khususnya para UMKM sebagai sumber utama pembiayaan bagi pembangunan ekonomi daerah. 

Sebagai salah satu contoh saja lanjutnya, UMKM Kota Baubau saat ini berjumlah 6.033 pelaku usaha yang memberikan kontribusi terhadap lebih dari 60 persen pertumbuhan ekonomi daerah.

“Hal ini sejalan dengan dukungan Presiden dalam memberikan perhatian untuk mendukung inklusi dan literasi keuangan dalam meningkatkan akses masyarakat mendapatkan kredit usaha kecil maupun mikro yang disaat bersamaan juga meningkatkan tingkat likuiditas serta sektor UMKM menjadi ujung tombak perekonomian di darah sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi,” tambahnya.

Untuk itu Raker ini dapat mengasilkan rekomendasi bagi pihak perbankan dapat meberikan kontribusi bagi akselerasi pembangunan di kawasan timur Indonesia khususnya pemulihan ekonomi dimasa pandemi dan pasca pandemi Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar