Nilai Lalu Lintas Perikanan di Wilayah SKIPM Baubau Tahun 2021 Mencapai Rp 173 Milyar

Kantar SKIPM Baubau,(Dok.RRI).jpg

KBRN, Baubau : Data  Stasiun Karantinan Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Baubau menyebutkan Lalu lintas perikanan di Kepulauan Buton dan  daratan Muna sepanjang tahun 2021 mencapai  10.167.403 kilogram (Kg) atau mencapai 10 ribu ton.Selasa,(25/1/2022).

Jumlah  tersebut menurun sejak tahun 2019 dengan angka 14.570.609 Kilogram dan tahun 2020 12.068.069 kilogram.

“Dari 10 ribu ton  ikan beku yang dilalulintaskan bernilai Rp 173.080.278.080,”ungkap Kepala SKIPM Baubau Yuni  Irawati Wijaya kepada RRI.

Berbeda dengan tahun 2020 nilai komoditi ikan mati yang dilalulintaskan mencapai Rp 200 Milyar, begitupun tahun 2019 sejumlah Rp 246 Milyar.

Menurut Yuni adanya penurunan  nilai dan volume komoditi perikanan karena faktor pandemi covid 19, dimana terjadi pembatasan transportasi dan rendahnya permintaan ekspor. Cuaca ekstrim tahun 2021 juga menjadi salah satu faktor kurangnya volume lalulintas perikanan. Kedepan jika telah stabil  Ia memprediksi nilai dan jumlah komoditi yang dilalulintaskan akan semakin meningkat.

Begitupun dengan data lalu lintas perikanan hidup  tahun 2021 sebanyak 79.053 ekor dengan nilai Rp 3 Milyar lebih. Sedangkan tahun 2020  ada 66.079 ekor dengan nilai Rp 5 Milyar.

“Data tahun 2020 nilainya mencapai Rp 5.087.915.000 dan tahun 2021 senilai Rp 3.637.237.580,”tambahnya.

Sementara jenis ikan yang paling banyak dilalu lintaskan adalah rumpul laut, ikan layang, ikan teri dan tongkol. Sedangkan yang udang ronggeng, kerapu, kepiting bakau, dan lobster, dan letter six.

Nilai komoditi rumput laut menempati urutan pertama sebanyak 4.534.152 kilogram  tahun 2021 atau sekitar 4 ton dengan nilai Rp 26.933.713.500 atau nyaris menyentuh angka  Rp 27 Milyar.

Seluruh komoditi itu paling banyak dikirim ke  ke Jakarta, Surabaya, Makassar, Kendari dan Jayapura. Sedangkan tujuan pengiriman ikan hidup paling tinggi di Kendari, Denpasar, Jabodetabek,  Samarinda dan Kota Belitung.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar