Kedepan Buah dan Sayur Yang Masuk Ke Baubau Akan di Rapid Test

Kepala Dinas Pertanian Kota Baubau Muhamad Rais,(DOk.RRI).jpg

KBRN,  Baubau : Kota Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi daerah akumulator hasil produksi dan distributor kebutuhan  beberapa daerah di Kepulauan Buton termasuk daratan Muna dan Bombana.Senin,(24/1/2022).

Tak bisa dipungkiri barang yang masuk di eks Kesultanan Buton itu merupakan hasil komoditi   pertanian dari berbagai wilayah terdekat utamanya buah dan sayuran. Keduanya merupakan jenis pangan yang sangat rentan terhadap penggunaaan pestisida kimia.

Melihat Potensi ini, Dinas Pertanian (Distan) Kota Baubau berinisiatif mengadakan alat rapid test untuk mendeteksi kandungan pestisida berlebihan pada kedua komoditi tersebut.

Hal itu dilakukan untuk memastikan warga masih mengkonsumsi bahan pangan sehat tanpa bahan kimian melebihi ambang batas yang tentunya dapat merusak kesehatan.

“Baubau jadi pusat perdagangan,  banyak barang yang masuk dari berbagai wilayah sehingga kami juga  sudah mengancang - ancang penggunaan repid tes untuk tanaman guna mendeteksi kandungan pestisida dalam sayuran tersebut,”ungkap Kepala Dinas Pertanian Kota Baubau Muhamad Rais pekan lalu.

Amatan Rais, Penggunaan pertisida kimia ditingkat petani cukup tinggi sehingga dikahwatirkan sudah melebihi aturan.

“Pegawai saya pernah sosialisasi, tapi kadang-kadang mereka (Petani) menjawab ‘kan bukan kita yang makan!’ nah ini yang menghawatirkan, jangan sampai penggunaannya sudah melebihi ambang batas,”tambahnya.

Melihat beberapa tanggapan petani, Rais pun tak gencar mensosialisasikan penggunaan pestisida nabati, selain harganya murah kesehatan konsumen tidak terancam.

Ia mengaku pestisida kimia masih digemari dikalangan Petani, karena penggunaannya mudah, hanya membeli dan langsung digunakan. Sangat berbeda dengan Pestisida nabati yang harus diracik lebih dulu dari berbagai macam tumbuh-tumbuhan.

Untuk itu, Dinas Pertanian  berinisiatif agar setiap perbatasan pintu keluar masuknya komoditi pangan di Baubau  diadakan pemeriksaan.

Dalam penggunaan Rapid tes akan  bekerjasama dengan Loka Pom Baubau, jika ditemukan penggunaan pestisida tinggi, pihaknya  akan berkoordinasi dengan daerah dimaksud dalam rangka memberikan pembinaan kepada petaninya agar mengurangi kadar pestisida pada tanaman.

Apalagi Rabu (19/1) Balai POM Sultra telah MoU  bersama 5 (lima) Kepala Daerah di Kepton salah satunya Pemkot Baubau dalam rangka pengawasan terhadap pengan segar maupun olahan secara terpadu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar