BI Sultra Dorong Digitalisasi UMKM dan Sektor Pariwisata

KBRN, Wakatobi: Bank Indonesia Sulawesi Tengara terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)  untuk memanfaatkan platform digital guna memasarkan produk mereka dalam upaya mendorong peningkatan kunjungan pariwisata. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sulawesi Tenggara Bimo Epyanto saat melakukan kunjungan di Kabupaten Wakatobi, Senin (6/12/2021). 

Dijelaskan, Bank Indonesia berkolaborasi dengan pemerintah daerah melaksanakan berbagai program pengembangan UMKM pendukung pariwisata sehingga mampu go export sebagai salah satu bagian yang terintegrasi dengan ekosistem Desa Wisata. 

Selain itu, pengembangan pariwisita juga akan diintegrasikan dengan digitalisasi mulai dari retribusi, UMKM ataupun wahana pariwisata sebagaimana telah dilaunching bersama website teropesu dan pembayaran digital untuk DAMRI. 

Intergrasi digital tersebut dilakukan sebagai langkah adaptasi dari perubahan gaya hidup dan pola fikir masyarakat saat ini yang semakin berbasis digital.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Pariwisata terbentuk atas kombinasi berbagai sektor lainnya. Perubahan kinerja berbagai sektor pendukung pariwisata seperti sektor Transportasi dan Penyediaan Makanan dan Minuman tentu akan turut mempengaruhi kinerja sektor parwisata secara keseluruhan,” Jelas Bimo Epyanto.

Khusus di kabupaten Wakatobi, Bank Indonesia bersama sejumlah stakeholder membentuk beberapa klaster peningkatan UMKM masyarakat diantaranya pengembangan klaster Ekraf Sikarimanan melalui Pengolahan Limbah Sampah menjadi Kerajinan di Desa Mola Selatan pada tahun 2014-2016

Klaster rumput laut di Desa Liya Mawi pada tahun 2017-2019 dan klaster tenun di Desa Pajam yang telah diresmikan tahun 2021 ini dan akan dikembangkan hingga tahun 2024. 

Menurut Bimo Pengembangan klaster tersebut bertujuan untuk mendorong percepatan pembentukan ekosistem pariwisata di Kabupaten Wakatobi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar